Pasang

Pappa, di Tangan Orang Madura Bisa Jadi Mainan Tradisional Unik untuk Anak

  • Bagikan
Pappa, di Tangan Orang Madura Bisa Jadi Mainan Tradisional Unik untuk Anak
Batang daun kelapa yang masih melekat pada pohon kelapa (Foto: hijaudaun.net)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Ketika masih kecil zaman dulu anak-anak di Madura terbiasa dengan berbagai macam mainan tradisional yang dimainkan bersama teman sebayanya. Setiap hari mereka lakukan dengan sumringah.

Tak peduli panas matahari menyengat. Mereka tetap bermain dengan ceria di tanah lapang atau di halaman rumah mulai dari bermain gobak sodor, petak umpet dan banyak lagi pokoknya.

Pasang

Biasanya orang-orang tua mereka menonton sambil mengawasi anaknya yang sedang bermain sambil ngobrol sesama orang tua. Sesekali orang tua melerai bila si anak-anak bertengkar sebelum kemudian berdamai kembali.

Namun seiring perkembangan zaman, permainan tradisional sudah sedikit diminati oleh anak masa sekarang. Jadi wajar jika banyak mainan tradisional yang sudah sulit ditemukan dan dimainkan.

Entah apa yang menyebabkan anak-anak kecil di Madura sudah sangat jarang melakukan hal yang sama dengan yang kami lakukan dulu. Perubahan itu sangat jelas berbeda.

Salah satu permainan tradisional yang sudah tidak familiar lagi di kalangan anak-anak kecil Madura yaitu permainan yang terbuat dari Pappa atau batang daun kelapa.

Baca Juga: Mengenal Toron Tanah, Tradisi Khusus Bayi Usia 7 Bulan di Madura

Bagi masyarakat Madura zaman dulu tidak hanya kelapa saja yang memiliki banyak manfaat, batang daun kelapa atau Pappa pun juga bermanfaat.

Umumnya, masyarakat Madura biasa memanfaatkan Pappa sebagai kayu bakar bila sudah dikeringkan. Namun, bila kondisinya bagus dan ukurannya panjang, bisa juga dijadikan sebagai galah.

Terlepas dari pemanfaatan Pappa di atas, di tangan orang Madura ternyata Pappa bisa dibuat mainan tradisional untuk anak-anak kecil mereka.

Pappa yang memiliki ukuran sekitar 0,75-1 meter, maka bisa dibuat sepeda motor mainan atau kuda-kudaan. Jika bermain dengan temannya, kadang anak-anak bisa sambil berboncengan menunggangi Pappa itu.

Selama bermain, anak-anak kecil ini berjalan atau berlari sambil menaruh Pappa di bawah selangkangannya. Seakan-akan dalam benak mereka sedang menaiki kendaraan.

Bila dipikiran mereka itu adalah sepeda motor mainan, maka mulut mereka sambil lalu menirukan bunyi sepeda motor.

Namun bila dalam khayalan anak Pappa adalah kuda, maka mereka akan menirukan bunyi kuda sambil meloncat-loncat seperti kuda sedang berlari.

Cara mereka memegang Pappa ketika dimainkan cukup di satu ujung saja. Sementara ujung lainnya menyentuh tanah. Permainan itu tidak memiliki penyangga seperti roda atau lainnya.

Agar bisa bergerak atau pindah tempat, anak yang bermain harus berjalan dan jika ingin cepat, mereka harus berlari.

Permainan tradisional ini merupakan permainan sederhana. Alatnya pun menggunakan alat seadanya yang diambil dari batang daun kelapa. Sebenarnya di situ lah daya tariknya. Anak-anak jadi bermain di alam terbuka sambil berolahraga.

Entah sendirian atau bersama teman, mereka tetap bermain itu. Namun saat ini, sudah nyaris tak ada anak yang bermain mainan itu sambil berlari riang gembira.

Anak balita zaman sekarang sudah memiliki banyak mainan yang beraneka ragam didapat dengan membeli.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *