Pasang

Pelatihan Bagi Buruh Pabrik Rokok dan Petani di Pamekasan Siap Digelar

  • Bagikan
KHIDMAT: Kegiatan Sosialisasi dan Bimtek Pelaporan Kegiatan Penanaman Modal LKPM Tahun 2021 DPMPTSP-Naker Pamekasan (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui DPMPTSP Naker optimis menggelar pelatihan bagi buruh tani dan buruh pabrik rokok dengan memanfaatkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Bulan September tahun ini.

Plt Kepala DPMPTSP Naker Pamekasan, Supriyanto mengungkapkan, pada tahun 2021 ini, pihaknya mendapatkan alokasi anggaran DBHCHT senilai kurang lebih Rp 800 juta untuk program pelatihan bagi buruh pabrik rokok dan buruh tani di kabupaten berjuluk Bumi Gerbang Salam.

Pasang

“Total peserta pelatihan 220 orang akan dibagi dalam 11 paket, setiap paket ada 20 orang. Pelatihan akan digelar pada bulan September 2021 depan,” ungkapnya, Kamis (29/7/2021).

“Insya Allah September, sedianya pelatihan WUB yang bersumber dari DAU dan DBHCHT akan dimulai bulan Juni 2021. Namun karena masih penyelesaian proses penganggaran dan juga adanya PPKM kegiatan pelatihan 2021 sedikit tertunda,” imbuhnya.

Menurutnya, untuk sementara ini kebutuhan dari pabrik rokok berjumlah sekitar 250 orang, sehingga kuota untuk peserta pelatihan hanya 220 orang. Selain itu, anggaran yang tersedia juga sedikit terbatas sehingga menjadi kendala.

“Memang bisa jadi pabrik lain masih membutuhkan karyawan, tapi kita ada keterbatasan anggaran. Jadi kami hanya mengadakan pelatihan untuk 220 orang,” sebutnya.

Pihaknya menambahkan, prioritas sementara peserta pelatihan kali ini dari Kecamatan Kadur, Larangan, Galis, Pademawu, Pakong dan Kecamatan Kota yang dekat dengan pabrik rokok yang juga bekerjasama dengan Pemkab Pamekasan.

“Untuk mengikuti pelatihan pembuatan rokok ini, masyarakat bisa menghubungi fasilitator WUB di masing-masing kecamatan,” pintanya.

“Karena ini bagian dari program WUB, sehingga fasilitator sudah mulai turun ke desa untuk mencari calon peserta pelatihan,” sambung Supriyanto.

Bagi yang mau ikut pelatihan ini, diimbau agar selalu menjaga kesehatan, sehingga nantinya dapat mengikuti pelatihan dengan baik. “Bersabar untuk menanti jadwal pelatihan, yang terpenting kami tekankan ke peserta agar selalu jaga kesehatan, dan jika memang tidak sehat diijinkan untuk istirahat dulu,” tandasnya. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *