Pasang

Pelet ‘Jaran Ghujang’ dari Madura Dapat Membuat Wanita Bertekuk Lutut

  • Bagikan
Pelet 'Jaran Ghujeng' dari Madura Dapat Membuat Wanita Bertekuk Lutut
Ilustrasi pelet Jaran Ghujeng (Foto: Istimewa)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Tentu kita pasti mengenal kata pelet, sehingga bagi siapapun yang terkena hal ini, maka akan melakukan apapun atas perintah dari orang yang memeletnya.

Pelet ini biasanya digunakan untuk membuat seseorang bertekuk lutut dan patuh kepada orang yang mengirim pelet, itu semua dilakukan karena dasar cintanya yang ditolak, sehingga cara itu dipakai untuk menaklukkan wanita atau laki-laki.

Pasang

Bahasanya, ‘Cinta Ditolak Dukun Bertindak’.

Seperti di Indonesia, sebagian besar pelet biasa digunakan untuk memikat hati wanita, efeknya orang dipelet akan bekerja di bawah alam sadar, sehingga bisa mencintai secara menggebu-gebu.

Fakta di lapangan, banyak kasus pelet yang sering terjadi di masyarakat, salah satunya di Pulau Madura.

Baca Juga: Langgar Lima Aturan Ini, Perempuan Madura Dipercaya Susah Dapat Jodoh

Jadi orang cantik di Madura, risikonya cukup besar, saat  menolak lamaran seseorang, maka dukun akan bertindak, menakutkan juga ya?

Ada juga kasus lain di wilayah Pulau Garam, terdapat warung kopi, yang pelayannya wanita, untuk bisa ramai jualannya, ia memakai pelet, hingga banyak pelanggan yang datang padanya.

Semua itu dilakukan, mulai dari serangan berupa  penyakit non-medis,  hingga membuat korban yang di pelet tergila-gila karena cinta. Karena di Pulau Madura banyak kasus yang berkaitan dengan ‘Jaran Ghujang‘.

Dalam bahasa Indonesianya itu, sebagai kuda yang jatuh, kata ini oleh Orang Madura ditandai sebagai orang yang kena  pelet hingga bisa bertekuk lutut dan mau melakukan perintah orang yang memeletnya.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *