Pasang

Pembuat Video Hoaks Vaksin Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Pembuat Video Hoaks Vaksin Ditangkap Polisi
TAK BERKUTIK: Terduga pembuat video hoaks tentang Seniwati meninggal akibat disuntik vaksin COVID-19 ( Dok. Sinergi Madura)

SUMENEP, SINERGI MADURA – Seorang pria berinisial MK, warga Desa Karangbudi, Kecamatan Gapura, Sumenep, Jawa Timur, ditangkap polisi usai membuat video hoaks tentang Seniwati yang meninggal dunia akibat disuntik vaksin COVID-19.

Dalam video berdurasi 42 detik yang beredar luas di media sosial itu, MK memperlihatkan sebuah mobil ambulance sambil menyebut bahwa Seniwati perempuan berusia 43 tahun warga Dusun Benusan, Desa Karangbudi menjadi korban vaksin sinovac hingga menemui ajalnya.

Pasang

“Video tersebut murni adalah sebuah kebohongan dan hoaks, maka dari itu kami lakukan penahanan kepada ┬áterduga karena dia menjadi penyebab keresahan masyarakat dengan menyebarkan berita bohong,” ungkap Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya, Senin (12/7/2021).

Rahman menegaskan, bila video hoaks tersebut dibiarkan terus beredar luas di jagad maya, maka hanya akan semakin membuat resah masyarakat di tengah situasi pandemi COVID-19.

“Jika video itu dibiarkan menyebar terus menerus untuk meracuni masyarakat, maka sudah bisa dipastikan akan mengundang keresahan dan ketakutan masyarakat,” ucapnya.

“Seolah- olah itu adalah video kebenaran bahkan masyarakat pasti akan menyalahkan pemerintah, padahal faktanya almarhumah Seniwati tidak pernah melakukan vaksinasi,” bebernya.

Selain itu, lanjut Rahman, pihak keluarga almarhumah Seniwati juga telah melakukan klarifikasi dan menyatakan bahwa video yang dibuat oleh MK itu tidak benar alias hoaks.

“Pada hari Sabtu tanggal 10 Juli 2021 pukul 15.45 WIB, ┬ápihak keluarga korban almarhumah Seniwati mengklarifikasi dan menyatakan bahwa video tersebut tidak benar,” jelasnya.

Lebih lanjut Rahman menjelaskan, almarhumah Seniwati sebelumnya diketahui memiliki riwayat sakit typus dan kolesterol dan sempat masuk ke Puskesmas Gapura pada 9/7 lalu dengan keluhan badan panas.

“Setelah di cek oleh piket puskesmas lalu di suruh masuk kamar, dan rencananya mau di rujuk ke RSUD Moh. Anwar Sumenep sembari menunggu tempat atau ruangan yang kosong,” ujarnya.

“Namun Allah berkata lain sehingga almarhumah Seniwati meninggal di Puskesmas,” terangnya.

Atas perbuatannya, MK terancam Pasal 45 A ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman maksimal enam tahun penjara. “Saat ini, pelaku pembuat video dan penyebar video hoaks sudah ditahan,” tandasnya.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *