Pasang

Pemerintah Bakal Subsidi Gaji Rp 1 Juta Bagi Buruh, Ini Syaratnya

  • Bagikan
Pemerintah Bakal Subsidi Gaji
Foto: Istimewa

NASIONAL, SINERGI MADURA – Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Ketanagakerjaan (Menaker) akan memberikan subsidi gaji sebesar Rp 1 juta kepada tenaga kerja atau buruh Indonesia.

Bantuan tersebut akan diberikan kepada 8,7 juta tenaga kerja di wilayah PPKM level 3 dan level 4 yang memiliki gaji Rp 3,5 juta per bulan.

Pasang

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, subsidi gaji ini akan dicairkan dua bulan dalam satu waktu sekaligus dan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kementerian Ketenagakerjaan beserta BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan excercise kepada 8,7 juta tenaga kerja atau buruh sebagai calon penerima bantuan subsidi gaji,” kata Ida dilansir dari Liputan6.com, Senin (02/8/2021).

Ida menjelaskan, mekanisme pencairan berbeda dengan tahun 2020. Untuk tahun ini, calon penerima bantuan subsidi gaji Rp 1 juta wajib memiliki rekening bank BUMN.

Bank ini terhimpun dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, atau BTN.

“Bagi yang belum memiliki rekening di bank tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan akan membukakan rekening secara kolektif di bank Himbara dan BSI,” ujar Menaker.

“Tahun lalu penerima dibebaskan untuk menggunakan rekening bank apapun. Sekarang ini dimaksudkan agar penyaluran dana bantuan bisa lebih mudah, efektif, dan efisien,” bebernya.

Namun ada satu wilayah yang masuk pengecualiaan. Pekerja di wilayah Aceh bisa menggunakan rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menerima bantuan subsidi upah (BSU) tersebut.

Sementara itu, terdapat persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh calon penerima untuk bisa mendapatkan subsidi gaji atau upah sebagai berikut:

  1.  WNI yang dibuktikan dengan NIK
  2. Pekerja/buruh penerima gaji/upah
  3. Peserta aktif program BPJS Ketenagakerjaan yang membayar iuran upah paling banyak sebesar Rp 3,5 juta sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan
  4. Kepesertaan sampai dengan 30 Juni 2021
  5. Pekerja/buruh yang belum menerima kartu prakerja, program keluarga harapan atau program bantuan produktif usaha mikro
  6. Bekerja di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 3 dan 4 yang ditetapkan pemerintah
  7. Bekerja pada sektor usaha industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan dan jasa kecuali jasa pendidikan dan kesehatan.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *