Pemerintah Sumenep Instruksikan PTM Terbatas, Wali Murid Riang

Pemerintah Sumenep Instruksikan PTM Terbatas, Wali Murid Riang
CERAH: Pengguna jalan saat melintas di depan kantor Kemenag Sumenep (Hayat - Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dikeluarkan dari kesepakatan bersama antara Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kementerian Agama (Kemenag) kemarin, mendapatkan respon baik dari wali murid di Sumenep.

Warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Qudsiyah mengatakan, dirinya bersyukur ada kebijakan baru dalam pembelajaran di Sumenep. Dia menilai, kebijakan PTM terbatas yang dikeluarkan pemerintah bisa memberikan efek positif kepada peserta didik setelah menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Yang PJJ saya kira tidak optimal dilakukan, anak sering banyak main. Dengan PTM ini semoga bisa menumbuhkan kembali semangat belajarnya," ungkapnya kepada media ini, Jumat (22/01/2021).

Baca Juga: Disdik dan Kemenag Sumenep Kompak Instruksikan PTM Terbatas

Qudsiyah menjelaskan, peserta didik yang masih menempuh Pendidikan Raudlatul Athfal (RA) seperti anaknya saat ini, diperlukan pembelajaran secara langsung. Sebab, kata dia, jika terus-terusan PJJ semangat belajar anak menurun.

"Interaksi sesama peserta didik di PAUD itu juga akan berefek pada tumbuh kembang anak dalam menjalani dunia pendidikan," jelasnya.

Terpisah, Plt Kasi Pendma Kemenag Sumenep, Fahrurrozi menjelaskan, pihaknya telah membuat surat edaran mengenai PTM yang dihasilkan dari rapat dan kesepakatan bersama dengan pemerintah Sumenep.

Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Kemenag Sumenep bernomor: B-148/Kk.13.23/2/PP.00/01/2021 tertanggal 22 Januari 2021 yang ditandatangi oleh Plt Kasi Pendma, Zainurrozi.

"Untuk pelaksanaan PTM terbatas akan kita mulai Selasa mendatang tanggal 26 Januari 2021. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat," tandasnya. (us/an/fd)


(*)