Pasang

Pemkab Pamekasan Bersama BCM Gelar Sosialisasi DBHCHT

  • Bagikan
Pemkab Pamekasan Bersama BCM Gelar Sosialisasi DBHCHT
INSPIRATIF: Humas Bea Cukai Madura, Tesar Pratama, saat menjadi pemateri di Balai Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASANSINERGI MADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama Bea Cukai Madura (BCM) menggelar acara sosialisasi.

Tema yang dibahas adalah seputar pentingnya pemahaman masyarakat tentang bahaya rokok ilegal dan manfaat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Balai Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar.

Pasang

Hadir dalam sosialiasi, Kabag Perekonomian Pemkab Pamekasan, Sri Puji Astutik, Disperindag Pamekasan dan jajaran Forpimka Batumarmar, sejumlah perangkat desa dan tokoh masyarakat dari tujuh desa di wilayah kecamatan setempat.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, Ach Faisol menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tengang rokok ilegal dan pemanfaatan DBHCT bagi kesejahteraan masyarakat Pamekasan.

“Kami pihak DPMD melakukan sosialisasi cukai terkait rokok ilegal dan pemanfaatan DBHCHT kepada sejumlah warga yang terdiri dari perangkat desa dan tokoh masyarakat di 7 desa di Kecamatan Batumarmar,” kata Ach Faisol, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga: Kemenag Cabang Pamekasan Siapkan Pelayanan Kartu Nikah Digital di 3 Kecamatan

Menurutnya, kegiatan ini akan terus dilakukan selam 18 hari di 13 kecamatan yang tersebar di wilayah Bumi Gerbang Salam, Jawa Timur.

“Kegiatan ini terjadwal dari sekarang hingga 18 hari ke depan. Kami memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang rokom ilegal,” tegasnya.

Sementara itu, Humas Bea Cukai Madura, Tesar Pratama menjelaskan, sosialiasi terkait Cukai tersebut memang diawali di Desa Blaban.

“Kami dari Bea Cukai Madura bersama bebwrapa instansi terkait malakukan edukasi dan memberikan pemahaman tentang rokok ilegal dan legal serta pemanfaatan DBHCT yang diperuntuhkan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Tesar.

“Edukasi yang diikuti sejumlah warga ini sangat responsif. Kami memberikan pemahaman membedakan rokok ilegal dan legal. Kami juga isi pengetahuan cara membedakan rokok ilegal dan legal dari pitanya hingga beberapa ditel bentuk yang ada di bungkusnya, agar masyarakat mengerti dan tahu rokok itu legal atau legal,” ucap Tesar.

Tesar juga menambahkan, selaim sosialisasi cukai khususnya rokok ilegal, pihaknya juga memberikan sosialisasi pemanfaatan DBHCHT yang nantinya untuk kesejahteraan masyarakat. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *