Pasang

Pemkab Pamekasan Fasilitasi WUB Beberapa Keterampilan, Ini Rinciannya

  • Bagikan
LUGAS: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) Pamekasan, Supriyanto (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, kembali melaksanakan pelatihan program Wira Usaha Baru (WUB) tahun 2021.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) Pamekasan, Supriyanto menuturkan, pelatihan WUB tahun ini akan dilakukan secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat lantaran masih pandemi COVID-19.

Pasang

“Sekarang masih tahap pertama dengan 11 paket pelatihan, jumlahnya 220 peserta, per paket 20 peserta,” ungkapnya, Selasa (24/8/2021).

Ia menjabarkan, pelatihan WUB ini akan dilaksanakan di beberapa kecamatan dengan jumlah 20 peserta setiap paket pelatihan. Untuk lokasi pelatihan menjahit akan dilaksanakan di Kecamatan Tlanakan dan Kecamatan Pakong.

Sementara untuk pelatihan service AC di Kecamatan Pamekasan, membatik di Kecamatan Proppo dan Kecamatan Pegantenan. Untuk service mobil di Kecamatan Larangan dan pelatihan membuat alat dari bahan alumunium di Kecamatan Kadur.

Kemudian pelatihan tata rias di Kecamatan Waru, service motor di Kecamatan Batumarmar, design grafis di Kecamatan Pasean, dan pelatihan pembuatan sepatu di Kecamatan Palengaan.

“Misal tahap pertama selesai, kita lanjutkan tahap kedua, untuk tahap berikutnya sekitar 11 paket juga. Terus bergiliran hingga akhir tahun ini,” bebernya.

Menurutnya, WUB ini merupakan salah satu program prioritas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam upaya menciptakan 10 ribu pengusaha baru selama kepemimpinannya.

Pelatihan berbagai jenis usaha itu dilaksanakan secara gratis. Bahkan para peserta akan dibantu alatnya melalui dana Corporatete Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.

Selain itu, tambah Supriyanto, para peserta nantinya juga akan diberi pinjaman modal melalui dana channeling dengan bunga nol persen selama satu tahun.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga akan menfasilitasi pemasarannya, baik online yang bekerja sama dengan beberapa star up, dan pemasaran offline dengan cara mendirikan Warung Milik Rakyat (Wamira) yang rencananya akan dibangun di 20 titik pada tahun 2021.

“Kami berharap peserta bisa mengikuti pelatihan dengan baik dan bisa mengembangkannya setelah ikut pelatihan tersebut. Sehingga cita-cita pemerintah menciptakan 10 ribu pengusaha baru tercapai,” harapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *