Pasang

Pemkab Sumenep Dorong Pelaku Wisata Siapkan Sertifikat CHSE dan Peduli Lindungi

  • Bagikan
Sumber Foto: Kemenparekraf.go.id

SUMENEP, SINERGI MADURA – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melalui Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) mendorong para pelaku wisata, termasuk pemilik hotel dan restoran untuk menyiapkan regulasi operasional obyek wisata di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu yang perlu dipersiapkan antara lain terkait sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE) dan memastikan bahwa obyek wisatanya sudah terdaftar di aplikasi PeduliLindungi.

Pasang

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparbudpora Sumenep, Imam Buchori menjelaskan, sertifikat CHSE adalah standardisasi yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang mencakup tempat wisata, hotel, restoran, pusat oleh-oleh dan lainnya.

Pemberlakuan CHSE yang berisi panduan operasional untuk sektor pariwisata ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020.

Sementara terkait pengelolaan CHSE ditangani oleh unit organisasi pusat data dan informasi berdasarkan Permen Parekraf nomor 1 tahun 2020.

“Para pelaku usaha yang memiliki sertifikat itu dianggap telah memenuhi standar protokol kesehatan di tempatnya,” tegas Imam kepada media ini.

Imam menyebutkan, dari sejumlah obyek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep, yang telah memiliki sertifikat CHSE saat ini baru satu, yaitu Pantai Ropet yang terletak di pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek.

Baca Juga: Sumenep Promosikan Upacara Adat Sintong di Anjungan Jatim TMII Jakarta

“Sementara untuk hotel juga baru ada satu, yaitu Hotel Kaberaz. Jadi itu yang sudah memiliki sertifikasi CHSE,” simpulnya.

Selama ini, pihaknya mengaku terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada para pelaku pariwisata agar menyiapkan pendaftaran sertifikasi CHSE. Pendataan ini menurutnya dapat dilakukan secara mandiri.

Jika semuanya sudah terdaftar, maka menurutnya sektor pariwisata yang ada di ujung timur Pulau Madura ini nanti akan kembali lebih hidup.

“Tujuannya untuk membuat wisatawan merasa aman dan nyaman selama berada di obyek wisata Kabupten Sumenep,” pungkasnya.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *