Penceramah Kondang KH Abdullah Sattar Lumajang Berpulang ke Rahmatullah

Penceramah Kondang KH Abdullah Sattar Lumajang Berpulang ke Rahmatullah
KH Abdullah Sattar Lumajang (Postingan akun Facebook M Musleh Adnan)

LUMAJANG, SINERGI MADURA – Kabar duka kembali menyelimuti masyarakat Muslim Jawa Timur. Penceramah kondang KH Abdullah Sattar yang beralamat di Desa Mlawang, Klakah, Lumajang Jawa Timur wafat pagi ini sekitar pukul 08.30 WIB.

Kabar meninggalnya Kiai Kharismatik asal Lumajang ini juga tertulis di laman Facebook KH Musleh Adnan asal Kota Gerbang Salam. ”Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, KH Abdullah Sattar Lumajang telah wafat saat ini juga semoga beliau diberi tempat tertinggi di surga. Saya mendapat kabar dari sopir beliau,” tulis KH Musleh Adnan di beranda Facebooknya.

Postingan tersebut mendapat 1144 komentar positif dan 2702 kali dibagikan oleh pengguna medsos Facebook.

 

إنا لله وإنا إليه راجعون KH Abdullah Sattar lumajang telah wafat saat ini juga semoga beliau diberi tempat tertinggi di surga Saya mendapat kabar dari sopir beliau

Dikirim oleh M Musleh Adnan pada Sabtu, 07 November 2020

Baca Juga: Gadis Sulawesi Ini Tega Gantung Diri, Bunyi Surat untuk Sang Mantan

Media ini kemudian mencari kebenaran kabar duka tersebut. Salah satu santri yang aktif mengikuti pengajian KH Abdullah Sattar Sahwal Ali membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan, kiai kharismatik di Lumajang tersebut meninggal pagi ini.

“Ia benar mas, beliau wafat tadi pagi sekitar pukul 08.30 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat sambungan WhatsApp, Minggu (8/11/2020).

KH Abdullah Sattar adalah sosok penceramah kondang di Jawa Timur. Sepanjang perjalanannya, Kiai NU ini memilih jalur dakwah melalui berceramah kepada khalayak umum. Cara berceramah KH Abdullah Sattar mempunyai ciri khas tersendiri sehingga masyarakat di Jawa Timur sangat berkesan atas kepulangannya. 

Tidak hanya di Jawa Timur, masyarakat Madura khususnya Sumenep juga sering mengundang kiai kharismatik asal lumajang ini. Pada tahun 2015 lalu beliau mengisi ceramah pada Haflatul Imtihan Yayasan Nurul Huda, Ging-Ging, Bluto, Sumenep. 

Selamat jalan Kiai, semoga khusnul khotimah. (us/md/fd)


(*)