Pasang

Penyebab Bayi Sering Gumoh yang Perlu Diketahui, Nomor 5 Penting

  • Bagikan
Bayi Gumoh (Foto: Orami)
Bayi Gumoh (Foto: Orami)

TIPS, SINERGI MADURA – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan gumoh merupakan aliran balik isi lambung ke dalam kerongkongan dengan dikeluarkan melalui mulut yang berlangsung secara otomatis.

Gumoh merupaklan hal yang umum terjadi pada bayi sehabis menyusu. Bayi gumoh sehabis menyusu disebabkan keluarnya cairan susu yang baru saja ditelan.

Pasang

Dari hal ini, ada banyak faktor yang menyebabkan bayi sering gumoh, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Bayi Kekenyangan

Rata-rata kapasitas lambung bayi yang baru lahir terbilang masih kecil, biasanya hanya sekitar 1 ons saja per tiap kg berat tubuhnya.

Oleh karena itu, apabila bayi diberikan asupan makanan atau susu yang melebihi kapasitas tersebut, maka anak akan kekenyangan dan kemudian menyebabkan terjadinya gumoh.

Jadi, seorang ibu harus mencoba untuk memberi susu atau ASI pada bayi yang jumlahnya tidak melebihi kapasitas lambung anak. Di samping itu, biasakan juga untuk menyendawakan bayi setelah menyusu.

Baca Juga: Bayi Sering Gumoh, Lakukan Cara Ini untuk Mengatasinya

2. Alergi Makanan

Sensitivitas terhadap makanan dapat berakibat bayi gumoh berlebihan. Tetapi biasanya alergi ini dipicu oleh produk susu sapi. Elergen Si ibu dapat ditransfer ke dalam ASI dan menyebabkan bayi gumoh.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan untuk memastikan penyebabnya, apakah bayi mengonsumsi selain ASI, susu formula, vitamin, obat-obatan, atau ramuan herbal? Yang barangkali memicu terjadinya gumoh juga?

3. Otot Bayi yang Belum Sempurna

Ini merupakan alasan yang paling umum terjadi gumoh pada bayi, yakni otot yang ada di saluran pencernaan bayi belum sempurna, yaitu antara kerongkongan dan perut. Sehingga otot-otot saluran pencernaan tersebut longgar dan akan semakin mengecil secara perlahan pada saat bayi menginjak usia 6 bulan.

Baca Juga: Resep Bumbu Kaldu Kokot yang Lezat Khas Madura, Ternyata Ada Ininya

4. Menelan Banyak Udara saat Menyusui

Bayi yang menghisap ASI sangat cepat juga untuk menghirup udara bersamaan dengan susu yang ketika itu diminum. Terutama ini akan terjadi apabila ibu memiliki suplai susu yang terlalu banyak.

5. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Bagi sebagian bayi yang sering mengalami gumoh, peristiwa tersebut sebenarnya bisa menunjukkan adanya penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Jika sfingter esofagus bagian bawah tidak mengencang segera dibuka.

GERD biasanya terjadi pada bayi prematur dan pada bayi dengan masalah kesehatan lainnya. GERD rata-rata membaik setelah usia bayi menginjak 12-24 bulan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *