Pasang

Peresmian Santana di Ponpes Al-Hasan, Ini Kata RKH Hamid Hasan

  • Bagikan
Peresmian Santana di Ponpes Al-Hasan
MUDA: Ketua Yayasan Ponpes Al Hasan Pamekasan, RKH Hamid Hasan, saat memberikan sambutan peresmian Pesantren Tangguh Bencana (Dokumen Sinergi Madura)

PAMEKASANSINERGI MADURA – Setelah meresmikan program Pesantren Tangguh Bencana (Santana) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mujtama’ Desa Plakpak Pegantenan dan Ponpes Miftahul Ulum Bettet, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam hadir dalam peresmian Santana di Ponpes Al-Hasan, Desa Srambah, Kecamatan Proppo, Kamis (2/09/2021).

Dalam sambutannya, bupati muda itu menyampaikan bahwa program Santana ini dicanangkan untuk melindungi alim ulama dan seluruh insan pesantren dari persebaran wabah COVID-19.

Pasang

“Pesantren tangguh ini tujuannya adalah untuk melindungi alim ulama, kiai, pengurus, santri dan masyarakat yang meminta doa kepada kiai,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada semua masyarakat yang hendak sowan ke kiai agar mencuci tangan terlebih dahulu, melewati bilik disinfektan dan tak lupa pakai masker.

“Santri yang bertugas di bagian depan dilatih bagaimana caranya, kita bantu vitamin yang orientasinya untuk daya tahan tubuh, kita bantu juga penyemprotan di masing-masing tempat yang biasa ditempati santri, pengurus, keluarga serta pengelola pesantren,” tuturnya.

Baca Juga: Perubahan RPJMD Pamekasan, Bupati : Karena Dua Prinsip

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Al-Hasan, RKH Hamid Hasan, dalam sambutannya mengaku senang dengan kehadiran Bupati Baddrut Tamam di Pondok Pesantren Al Hasan.

Bagi dia, kesempatan ini menjadi kebanggaan tersendiri karena menurutnya, ulama dan umara harus terus saling bersinergi dalam membangun daerahnya agar terwujud sebuah negara yang baik dan makmur.

“Saya sangat bangga atas kehadiran bapak bupati ke pesantren ini, karena ulama dan umara itu harus ikut andil dalam bidang apapun. Utamanya dalam bidang pendidikan, kita sebagai keluarga pondok pesantren diajarkan untuk selalu patuh aturan pemerintah,” katanya.

Lora muda itu lalu menyebut sebuah ayat yang mengandung perintah untuk taat kepada Allah, rasul dan pemerintah di daerah tersebut.

“Jadi, menaati pemimpin adalah juga perintah Allah. Jadi mau tidak mau beliau (Bupati Pamekasan, red) adalah orang tua kita,” simpulnya.

“Kita semua ini, termasuk pesantren adalah anak bupati. Bupati ini banyak anaknya meskipun istrinya satu,” sambungnya dengan sedikit canda.

Lanjut RKH Hamid Hasan menjelaskan, salah satu indikator sebuah daerah itu maju menurutnya dapat dilihat dari sistem pendidikan dan karakter bangsa di daerah tersebut. Bangsa yang baik adalah bangsa yang berpendidikan dan memiliki akhlak yang baik.

“Kota, negara dan bangsa tidak akan maju tanpa orang-orang yang berilmu dan berakhlak sebagaimana disampaikan ulama, yaitu berilmulah sebelum melangkah. Menjadi cerdas dan berkarakter adalah tujuan utama sebuah pendidikan,” terangnya.

Sebab itu, pesantren menurutnya punya tanggung jawab besar membentuk peserta didik yang agamis, nasionalis serta beriktikad kuat untuk menciptakan santri yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Pondok pesantren Al Hasan ini memang tidak terlalu lama berdiri, tapi kita punya semangat untuk membentuk santri yang nasionalis dan agama. Maka dari itu, saya sebagai ketua yayasan selalu semangat. Hukum agama saja bisa berubah akibat perubahan zaman, apalagi kita, tidak mau berubah dengan perubahan zaman,” tukasnya.

Terakhir, lanjut dia, pemerintah dan ulama menurutnya harus bekerja sama menegakkan amar makruf dan nahi mungkar. “Tentu juga dengan cara yang makruf, mendidik umat sesuai dengan perintah agama,” pungkasnya.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *