Peringati HUT Ke-35, Pagar Nusa Cabang Sampang Gelar Istigasah dan Doa Bersama

Peringati HUT Ke-35, Pagar Nusa Cabang Sampang Gelar Istigasah dan Doa Bersama
KHIDMAT: Peringatan Harlah Pagar Nusa ke 35 di Gedung PCNU Sampang (Zainullah - Sinergi Sampang)

SAMPANG, SINERGI MADURA - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-35, pimpinan perguruan pencak silat Pagar Nusa Cabang Sampang, Jawa Timur menggelar acara istigasah dan doa bersama.

Acara yang berlangsung di Gedung PCNU Jalan Diponegoro No 51, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan/Kabupaten Sampang itu berlangsung aman dan khidmat, meski digelar secara sederhana dibanding tahun sebelumnya akibat pandemic COVID-19.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH Moh Itqon Bushiri, Sekretaris Tanfidziyah KH Mahrus Zamroni, Wakil Ketua Tanfidziyah Mas'udi Cholili dan Wakil Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sampang.

Ketua Cabang Pagar Nusa Sampang, Moh Wahyudi dalam sambutannya mengajak seluruh pendekar dan kader Pagar Nusa Kota Bahari agar saling menguatkan ikatan persaudaraan dan silaturahim di tengah wabah COVID-19.

"Untuk itu, solidaritas menjadi sangat penting kita jaga dan kita perkuat bersama-sama. Laa Ghaaliba Illa Billah," kata Wahyudi, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Luapan Air Kali Kemoning Meninggi, Jantung Kota Sampang Kembali Terendam Banjir

Ia menegaskan, Pagar Nusa Sampang akan selalu berkomitmen untuk terus menjaga NKRI dan menjaga nilai-nilai Islam santun yang berlandaskan nilai-nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang) dan i’tidal (berprinsip) ala ulama dan kiai NU. 

"Pagar Nusa Sampang siap berkhidmat untuk membela kiai, NU, dan NKRI. Selain itu, Pagar Nusa akan selalu setia kepada Negeri dan mengabdi setulus hati. Sebab, berdirinya Pagar Nusa tidak lepas dari restu para kia NU," tegas Wahyudi.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH Moh Itqon Bushiri mengapresiasi terselenggaranya tersebut. Menurutnya, Pagar Nusa adalah pagarnya NU dan bangsa. Sebab, semangat dan aktivitas Pagar Nusa tidak berbeda jauh dengan semangat para ulama terdahulu dalam menjaga NU dan bangsa.

"Perjuangan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari sangat terlihat betul bahwa beliau ingin mempertahankan dan memajukan NU dan bangsa," ujarnya.

Kiai Itqon mengungkapkan bahwa ajaran NU sangatlah luas dan luwes, NU juga tidak mengajarkan ujaran kebencian, apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan. "NU selalu mengedepankan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwan Basyariah," tegas Kia Itqon.

Kiai Itqon berpesan kepada para pendekar dan kader Pagar Nusa Sampang agar ilmu bela diri pencak silat yang dimiliki tidak untuk pamer kedigdayaan apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan.  Sebaliknya, ilmu beladiri harus digunakan untuk dakwah Islamiyyah sebagaimana yang dilakukan para santri dan ulama sejak dulu.

"Silakan belajar pencak silat, tapi bukan untuk gagah dan pamer. Melainkan untuk dakwah Islamiyyah sebagaimana yang diajarkan pesantren sejak dulu," harap Kia Itqon. (zn/an/fd)


(*)