Pasang

Peserta MTQ Jatim ke-29 di Pamekasan Madura akan Diswab 3 Hari Sekali

  • Bagikan
MENJELASKAN: Plt Kadinkes Pamekasan, Achmad Marzuki, saat memimpin kegiatan workshop tata kelola mutu Puskesmas (Dok. Sinergi Madura)
MENJELASKAN: Plt Kadinkes Pamekasan, Achmad Marzuki, saat memimpin kegiatan workshop tata kelola mutu Puskesmas (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-29 tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Pamekasan, Madura sudah tinggal menghitung hari, Minggu (10/10/2021).

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Achmad Marzuki mengatakan bahwa peserta MTQ dari seluruh kabupaten/kota wajib menunjukkan sertifikat vaksin kepada panitia.

Pasang

Sementara bagi peserta yang memiliki halangan tertentu harus menunjukkan keterangan dari dokter.

Baca Juga: Lapas Kelas IIA Pamekasan Madura Perkuat Sinergi Diplomasi dengan Kesatuan Brimob Kompi A

“Sebelum berangkat masing-masing kafilah dari kabupaten/kota harus membawa surat bebas COVID-19, sertifikat vaksin, minimal dosis pertama,” ungkapnya.

“Kecuali mereka usianya di bawah 12 tahun, atau mereka tertunda dengan cara membawa surat keterangan dari dokter, atau mereka tidak bisa divaksin dengan membawa keterangan dari dokter juga,” imbuhnya.

Selain itu, peserta yang memiliki riwayat penyakit lain, seperti Ispa, batuk atau pileg akan dilakukan skrining terlebih dahulu sebelum diisolasi di tempat tertentu sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kemudian peserta juga harus memiliki kartu BPJS, khawatir ada peserta yang nantinya terdeteksi penyakit atau COVID-19,” tegas Marzuki.

Ia menambahkan, dalam ajang bergengsi ini, pihaknya akan memperketat prokes, mulai tempat pelaksanaan lomba hingga tempat penginapan kafilah dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin.

Bahkan, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, setiap tiga hari sekali peserta akan dilakukan tes swab antigen secara gratis.

“Sebelum mereka pulang juga akan dilakukan tes swab antigen untuk memastikan mereka tidak membawa COVID-19 dari Pamekasan,” tutupnya.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *