Peta Sebaran COVID-19 di Sumenep Sebulan Terakhir

Peta Sebaran COVID-19 di Sumenep Sebulan Terakhir
BERTAMBAH: Peta sebaran COVID-19 di Sumenep per 31 Januari kemarin (IG@Diskominfo_sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Peta sebaran COVID-19 di Sumenep terus menunjukkan peningkatan. Dalam sebulan terakhir sebanyak 27 orang dinyatakan meninggal dan 427 orang terkonfirmasi.

Capaian ini terbilang menurun jika dibanding satu bulan sebelumnya. Pada Desember 2020 sekitar 444 orang terkonfirmasi dan 32 meninggal dunia. Penurunan peta sebaran COVID-19 ini karena penerapan pemberlakukan jam malam yang dikeluarkan Tim Satgas Kota Keris.

Kendati demikian, beberapa waktu lalu pada tanggal 26 Januari 2021 Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengeluarkan surat kedinasan tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus bernomor: 188/34/KPTS/013/2021 yang ditandangani Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam surat tersebut, ada 18 kabupaten/kota di Jatim yang diperpanjang masa pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Untuk wilayah Madura hanya Pamekasan saja.

Baca Juga: Kepsek SDN Bancamara 3 Diduga Rekayasa SPJ Dana BOS Afirmasi

Humas Satgas COVID-19 Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemprov Jatim tersebut tidak berefek pada kebijakan pemberlakuan jam malam di Sumenep.

"Itu kan yang diperpanjang PKM, itu yang harus digarisbawahi. Jadi untuk Sumenep sendiri pemberlakukan jam malam tetap berlanjut," ungkapnya kepada media ini, Selasa (02/02/2021).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) itu menjelaskan bahwa kebijakan jam malam di Bumi Sumekar memang berdasarkan surat edaran dari Pemprov Jatim tentang penerapan PKM. Namun, sampai saat ini Satgas COVID-19 masih memberlakukan kebijakan pembatasan jam malam. "Karena kebijakan ini efektif untuk menekan sebaran COVID di Sumenep," ucapnya singkat.

Sejak penerapan pembatasan jam malam, kata Ferdian, jumlah terkonfirmasi juga menurun dari data sebaran COVID-19 sebulan terakhir. "Tidak ada lonjakan, hanya satu dua saja setiap harinya, kadang tidak ada," paparnya.

Dia mengungkapkan, pemberlakukan jam malam tidak hanya berlaku di Kecamatan Kota Sumenep saja tapi juga pada kecamatan yang lain. Dia mencontohkan, seperti Kecamatan Batuputih juga dilakukan operasi setiap malamnya oleh Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimka).

"Kita instruksikan Camat, Polsek dan Koramil di wilayah itu," tandasnya. (us/an/fd)


(*)