Pasang

Petani Tembakau di Pamekasan Dapat BLT-DBHCHT, Ini Syarat dan Ketentuannya!

  • Bagikan
Kabag Perekonomian Pamekasan Sri Puja Astuti
ESKLUSIF: Kabag Perekonomian Pamekasan, Sri Puja Astuti, saat menghadiri acara talkshow di i-News Tv (Dokumen Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Para buruh tani tembakau di Bumi Gerbang Salam, Pamekasan bakal mendapatkan bantuan berupa bantuan langsung tunai (BLT) dari program pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2021.

Kabar ini disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pamekasan, Sri Puja Astutik. “Selain dalam rangka memberdayakan masyarakat buruh tani, bantuan dari DBHCHT itu juga dalam rangka membantu buruh tani yang terdampak COVID-19,” ungkapnya, Jum’at (6/8/2021).

Pasang

Kabag Sri Puji Astutik mengatakan, bantuan tersebut didapatkan karena DBHCHT di Pamekasan untuk tahun ini mengalami peningkatan seiring terus bertambahnya jumlah perusahaan rokok di Pamekasan.

“Sehingga penggunaan pita cukai oleh perusahaan rokok juga meningkat, maka dampaknya pada perolehan DBHCHT Pemkab Pamekasan juga semakin baik,” simpulnya menambahkan.

Dijelaskan, total DCHCHT untuk tahun ini sebesar 50 persen untuk bidang kesejahteraan masyarakat (Kesmas). Dengan rincian, 15 persen untuk peningkatan kualitas bahan baku dan pelatihan-pelatihan, sedangkan 35 persen sisanya untuk bantuan langsung tunai (BLT).

“Yang berhak menerima adalah buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok,” kata Puji.

Untuk bisa mendapatkan BLT-DBHCHT ini, penerima harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya, penerima tidak boleh menjadi penerima bantuan langsung pada program lainnya, seperti Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

“Jadi kalau yang sudah pernah menerima BLT dari BLT yang lain seperti dari dana desa, BPUM, PKH dan lain-lain itu tidak boleh menerima BLT-DBHCHT ini,” katanya.

Menurutnya, BLT-DBHCHT di bidang Kesmas ini hanya berlaku untuk satu KK (kartu keluarga) 1 orang. Pemberian bantuan ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan perekonomian di masa pandemi COVID-19.

“Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan instansi dinas lainnya terkait dengan pelaksanaan pencairan bantuan ini. Selanjutnya, data yang masuk dari dinas tehnis akan diverifikasi dan divalidasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengutarakan telah berkoordinasi dengan perusahaan rokok yang ada di Pamekasan, “karena data tentang bantuan pada buruh tani dan buruh perusahaan rokok ini merupakan yang pertama kali kami gelar,” tambahnya.

Jumlah perusahaan rokok yang terdata di Pemkab Pamekasan ada sebanyak 57 perusahaan, dengan jumlah buruh sekitar 12 ribu orang, sedangkan buruh tani tembakau sekitar 15 ribu orang.

“Penyaluran bantuan untuk buruh tani tembakau ini akan kita realisasikan secepat mungkin,” pungkasnya. (adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *