Pihak Keluarga Protes, Polisi Hanya Amankan Satu dari Tiga Pelaku Pencurian

Pihak Keluarga Protes, Polisi Hanya Amankan Satu dari Tiga Pelaku Pencurian
PROTES: Salah satu keluarga pelaku, saat melakukan protes di Mapolsek Karangpenang (Zainullah - Sinergi Sampang)

SAMPANG, SINERGI MADURA - Penetapan terduga kasus pencurian handphone yang terjadi beberapa bulan lalu di Desa Blu’uran Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang, Jawa Timur menuai protes.

Pihak keluarga terduga pelaku mendatangi Mapolsek Karang Penang, Sampang karena tidak puas dengan kebijakan Polisi yang diduga hanya mengamankan satu pelaku dalam kasus dugaan pencurian tersebut.

Juru bicara dari pihak keluarga, Siti Khotijah mengatakan, saudara kandungnya Qosim (30) warga Karang Gayam telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku dan sedang ditahan di Mapolres Sampang.

Menurutnya, Polisi telah tebang pilih dalam tindak penegakan hukum. Sebab, tiga pelaku lain yang diduga terlibat dalam tindak kriminal ini masih dibiarkan bebas dan tidak ada upaya penangkapan oleh polisi.

“Kalau yang tiga orang bebas, kenapa Qosim tetap ditahan. Seharusnya kalau mau ditahan, yang tiga orang juga ditahan, jangan cuma Qosim. Atau kalau mau dilepas, ya lepaskan semua,” ucap Khatijah, diwawancara usai melakukan protes di Mapolsek Karang Penang, Minggu (29/11/2020).

Baca Juga: Hantam Truk Macet, Dua Pemuda di Sumenep Tewas

Mereka semua, sambung dia menyebutkan, merupakan warga Desa Pandan Kecamatan Omben yang juga terlibat dalam kasus pencurian tersebut.

"Kenapa hanya dia yang ditahan, sementara tiga pelaku lainnya dibiarkan bebas berkeliaran. Ini kan namanya Polisi telah tebang pilih dalam proses hukum," tegasnya sekali lagi.

Sementara itu, Kapolsek Karang Penang, Iptu Slamet mengatakan bahwa pihaknya telah juga mengupayakan proses penangkapan terhadap tiga tersangka lainnya tersebut. Hanya saja, terang dia, penyerahan berkas penangkapan tiga pelaku lain yang diduga terlibat masih tahap satu, masih menunggu petunjuk dan perintah dari Kejari Sampang.

“Kami menunggu petunjuk dan perintah dari Kejaksaan Negeri Sampang. Jika nanti ada petunjuk dan perintah, kita pasti akan tetap berupaya untuk melakukan penangkapan lagi,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pidum Kejari Sampang, Budi Darmawan mengatakan, untuk saat ini dirinya hanya menerima berkas perkara sesuai SPDP pencurian. Namun terkait bahwa ada penadah atau saksi dari tindak pencurian tersebut tidak tertera dalam berkas laporan yang diterima.

“Jadi saya hanya melakukan penuntutan nanti, kan berkas masih belum tahap kedua. Karena saya hanya meneliti berkas sesuai SPDP pencurian atas nama Qosim itu,” jelasnya.

“Untuk penadah berdiri sendiri, namun  seharusnya penyidik yang melakukan penyidikan tersendiri,” imbuh dia tegas.(zn/md/fd)


(*)