Pasang

Pinjaman Modal dari Pemkab Pamekasan Jadi Rebutan Ratusan Peserta WUB, Bunga 1% Per-tahun

  • Bagikan
Kantor Diskop UKM Pamekasan (Dokumen Sinergi Madura)
CERAH: Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Pamekasan (Dokumen Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, memfasilitasi para peserta Wirausaha Baru (WUB) dengan pinjaman modal bunga rendah, hanya 1 persen per tahun.

Fasilitas tersebut diberikan untuk mendorong mereka ratusan masyarakat Pamekasan yang telah purna mengikuti rangkaian pelatihan WUB agar berusaha mandiri secara ekonomi, yakni dengan menjalankan pengetahuan dan skil yang diperoleh saat pelatihan.

Pasang

“Sesuai Perbup nomor 13 tahun 2019 yang mengamanatkan bahwa bunga bagi WUB hanya 1 % saja,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Abdul Fata, Sabtu (8/10/2021).

Abdul Fata lebih lanjut mengungkapkan bahwa pada tahun 2020 lalu, ada sekitar 307 pelaku Wirausaha Baru (WUB) yang sudah sukses.

Untuk tahun anggaran 2021 ini menurutnya sudah banyak sekali yang mendaftar sebagai peserta WUB.

Mereka berharap juga dapat fasilitas berupa pinjaman modal dengan suku bunga rendah.

Namun karena adanya refocusing anggaran, sebut Plt Kadiskop Abdul Fata, maka pihaknya masih melakukan penyaringan.

“Khusus untuk tahun 2021 tidak semua pendaftar bisa mengikuti proram ini, kita batasi sementara,” katanya.

Sementara itu, salah satu Wirausaha Baru (WUB) bidang tata rias, Karirin Yuniarsih, mengatakan, ia telah mengikuti pelatihan WUB dari Pemkab Pamekasan pada tahun 2020 lalu.

Saat mendapatkan informasi tentang WUB ini, tutur Yuni, ketika itu dirinya langsung mendaftar dan mengikuti pelatihan selama 20 hari.

“Alhamdulilah, berkat program WUB dari Pemkab Pamekasan ini saya sudah punya Galeri sendiri dan dapat pinjaman sebesar 50 juta rupiah,” ucapnya kepada media ini, Sabtu (9/10/2021).

Lain halnya dengan Yuni, salah seorang peserta WUB bidang Perikanan, Moh. Kholidi, mengaku hanya mendapatkan pelatihan dengan durasi waktu 10 hari.

“Saya ikut yang pelatihan tentang perikanan. Kalau tidak keliru bulan November tahun (2020) lalu, hanya 10 hari,” ungkapnya.

Kholidi bersyukur, ia mengaku sekarang sudah banyak paham tentang cara mengelola ikan dan teknik untuk menarik minat pembeli, didukung ketersediaan atau potensi perikanan di wilayah Pantura Pamekasan yang menurutnya cukup berlimpah.

“Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik, sebab hasil yang diolah dari pelatihan WUB terbilang lebih murah dari penjual yang lainnya,” tutupnya.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *