PMII UIM Galang Dana, Bantu Korban Longsor Pesantren

PMII UIM Galang Dana, Bantu Korban Longsor Pesantren
PEDULI: Pengurus PMII Komisariat UIM Pamekasan, saat menggelar penggalangan dana (Ainur Rizky - Sinergi Pamekasan)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu pembangunan Pondok Pesantren An-Nidhomiyah yang rusak akibat longsor, Jum'at (26/2/2021)

Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan pada Rabu (24/2/2021) dini hari tersebut mengakibatkan bangunan musala dan dua kamar santriwati Ponpes An-Nidhomiyah rusak.

Tak hanya itu, lima santriwati juga meninggal dunia akibat kejadian alam itu. Sementara tiga santri lainnya selamat dengan kondisi luka dan ada yang patah tulang.

Ketua Komisariat PMII UIM, Ali Wafa menyampaikan, aksi kemanusiaan yang digelar di traffic light simpang empat Jalan Jokotole Pamekasan itu berlangsung mulai pukul 07.00 WIB.

"Aksi ini melibatkan puluhan kader PMII UIM dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 2.503.100 di penggalangan hari pertama," ungkapnya.

Baca Juga: Pondok Pesantren Darussalam Ganding Bekali Santrinya Ilmu Keterampilan

Lebih lanjut, Wafa menyampaikan kalau dana itu nantinya akan disalurkan kepada Ponpes An-Nidhomiyah dalam rangka membantu pembangunan pesantren yang rusak akibat tanah longsor.

"Dengan bentuk bantuan kecil ini, diharapkan ke depan pondok segera dibangun kembali sehingga kegiatan pesantren dapat kembali berjalan seperti sediakala. Selain itu, sebagain dana juga akan diberikan kepada keluarga korban yang telah meninggal," tegasnya.

Wafa juga menambahkan kalau aksi penggalangan dana itu merupakan instruksi dari Pengurus Cabang (PC) PMII Pamekasan melalui surat instruksi nomor 060.PC-XXX.V-04.8.01-020.A-I.02.2021 agar seluruh pengurus komisariat dan pengurus rayon di Pamekasan menggelar aksi penggalangan dana.

"Ini panggilan kemanusiaan. Karena ini musibah kita bersama. Penerapan hablum minannas kita terapkan sekarang," tukasnya.

Puluhan kader PMII UIM, kata Wafa, akan kembali dikerahkan agar dapat mengumpulkan dana yang lebih banyak untuk misi kemanusiaan ini.

“Atas nama seluruh kader PMII UIM, kami sangat berduka. Mudah-mudahan segelintir bantuan yang kami haturkan untuk korban bencana bisa meringankan beban korban,” harapnya. (rz/an/fd)


(*)