Polsek Prenduan Belum Ambil Sikap Hukum Soal Dugaan Kekerasan Anak di Bawah Umur

Polsek Prenduan Belum Ambil Sikap Hukum Soal Dugaan Kekerasan Anak di Bawah Umur
MEMAR: AB, bocah 16 diduga alami kekerasan oleh pamannya (Doc. Sinergi Madura)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Dugaan tindak pidana kekerasan terhadap salah satu anak di bawah umur oleh pamannya sendiri berinisial ZN di Kecamatan Pragaan Sumenep, Jawa Timur hingga saat ini masih belum ada kejelasan hukum.

Pasalnya, sejak laporan masuk pada tanggal 26 Oktober lalu, penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Prenduan masih belum mengambil sikap pasti terhadap pelaku. Bahkan, dari keterangan pelapor didapatkan informasi bahwa kasus tersebut akan mengarah kepada jalan damai antar kedua belah pihak melalui kepala desa (Kades) setempat. Alasannya, pelaku sudah meminta maaf terhadap korban.

"Akan tetapi secara hukum masih belum tuntas proses perdamaiannya," tegas pelapor berinsial MJ kepada media ini, Selasa (3/11/2020).

"Delik ini sebetulnya termasuk delik biasa, bukan delik aduan, jadi permintaan maaf tidak serta merta menghentikan penyidikan," imbuhnya.

Berita Terkait: Diduga Pukul Anak 16 Tahun, Warga Pragaan Dilaporkan ke Polisi

Sementara itu, Kapolsek Prenduan melalui Kanit Reskrim, Ipda Suki mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum bisa mengambil sikap pasti soal jerat hukum (yuridis) karena pelaku ZN dengan korban AB masih satu keluaraga.

"Besok akan diadakan mediasi kedua belah pihak, sementara hari ini Kapolsek masih ada di Polda," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak berinisial AB (16) warga Dusun Tengginah, Desa Larangan Perreng, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur diduga mendapat tindak kekerasan berupa pemukulan oleh sang paman berinisial ZN lantaran minta gorengan tempe dan tidak dilayani oleh ibu kandungnya pada Sabtu (24/10) lalu.

Akibat ngeyel dengan permintaan tersebut, sang paman dari ibu ini tiba-tiba memukul AB hingga mengalami luka di bagian leher, lengan juga kakinya. Tak terima diperlakukan demikian, pihak keluarga dari bapak korban melapor ke Mapolsek Prenduan pada Senin (26/10). Sementara bapak dan ibu korban diketahui telah lama pisah ranjang. (em/an/fd)


(*)