Posisi Tidur yang Baik Menurut Medis dan Anjuran Nenek Moyang Madura

Posisi Tidur yang Baik Menurut Medis dan Anjuran Nenek Moyang Madura
Ilustrasi tidur nyenyak (Istimewa)

TIPS, SINERGI MADURA - Selain durasi porsi jam tidur, posisi saat merebahkan tubuh di kasur juga menjadi salah satu yang mempengaruhi kualitas istirahat bagi kesehatan. Di lain hal, posisi tidur yang baik bergantung pada kondisi kebugaran seseorang.

Banyak sekali posisi tidur yang bisa dilakukan, seperti miring ke kanan, miring kiri, terlentang, tengkurap ataulah hanya sebatas berbaring.

Berikut Sinergi Madura rangkum 5 macam posisi tidur yang baik berdasarkan anjuran dokter dan sekilas nasihat nenek moyang orang Jawa, khususnya Madura.

1. Tidur menghadap samping kiri

Secara medis, posisi tidur menghadap samping kiri dapat meredakan nyeri punggung bagian bawah. Posisi tidur miring ke letak hati ini juga dianggap dapat memperlancar aliran darah ke jantung, terutama pada wanita hamil.

Namun posisi tidur seperti ini terkadang dapat menyebabkan kesemutan pada bagian tubuh yang tertindih. Untuk mencegah hal tersebut, usahakan agar tidur menyamping dengan posisi lutut yang tidak terlalu tertekuk.

Menurut anjuran para sepuh di Madura, tidur yang baik adalah tidur dengan posisi kepala di utara dan menghadap kiblat (miring kanan), mengingat posisi jenazah saat disemayamkan juga dalam posisi demikian.

Hal ini dimaksudkan untuk mengingat bahwa kapanpun dan dimanapun ajal bisa saja datang menjemput. Sebab itu, sebelum tidur dianjurkan membaca doa, bismikallah humma ahya wa bismika amuut (dengan namamu ya Allah aku hidup dan atas namamu aku mati).

2. Tidur menghadap samping kanan

Sebagaimana keterangan dalam poin nonor satu di atas, posisi ini menurut ajaran Islam merupakan sunnah Rasullullah SAW. Jadi, bagi Anda yang memiliki masalah asam lambung naik (GERD) disarankan tidur miring ke sebelah kanan.

Namun, jika dilihat dari segi kesehatan sebagaimana dilansir laman Hellosehat, tidur miring ke sisi kanan dapat membuat lingkaran otot menahan asam lambung. Sehingga cairan asam lambung dapat mengalir ke kerongkongan dan menyebabkan gejala-gejala seperti dada terasa perih terbakar, batuk dan mulut terasa asam.

Baca Juga: Ingin Punya Payudara Halus dan Kencang, Ini Caranya

3. Tidur Terlentang

Tidur terlentang dapat meningkatkan kualitas rehat kita dari penat setelah kerja seharian. Tidur dengan posisi seperti ini dapat membuat tubuh kita sepenuhnya rileks.

Terlentang juga memberi kesempatan bagi leher, kepala, dan tulang belakang untuk berada dalam posisi netral. Sebab itu, tidur telentang jarang menyebabkan keluhan nyeri atau pegal-pegal saat bangun tidur. Dan jika kaki Anda diganjal sedikit lebih tinggi dari tubuh, posisi semacam ini dapat membantu relaksasi yang sempurna.

Namun demikian, tidur telentang dapat mempermudah asam lambung naik ke kerongkongan alias mudah mendengkur. Orang yang memiliki GERD (gastroesophageal reflux disease) disarankan mengganjal kepala dengan bantal yang cukup, tapi jangan terlalu tinggi.

Dalam mitisisme orang Jawa, khususnya Madura, ada saran agar walaupun tidur terlentang itu baik, namun kita tidak disarankan tidur pas di bawah kayu besar penyanggah tengah atap rumah. Karena hal ini dianggap "parsèko", atau melawan hukum primbon kuno.

4. Tidur Tengkurap

Posisi tidur tengkurap ternyata dapat mengurangi dengkuran. Tapi tidur tengkurap dapat menyebabkan nyeri pada daerah leher, karena posisi leher berputar hampir 90 derajat. Selain itu, posisi ini juga kurang ideal bagi tulang belakang.

Dalam mitisisme orang Jawa, jika sebelumnya tidak baca doa, tidur tengkurap dapat mengundang makhluk ghaib yang, oleh orang Madura, biasa dikenal dengan sebutan "ap-saap". Ketika kita tidur dan ditunggangi oleh makhluk ghaib yang satu ini, dada kita biasanya akan merasa sesak untuk bernafas.

Disarankan jika terpaksa ingin tidur dalam posisi tengkurap, pertama tentu jangan lupa untuk berdoa dan usahakan bantal yang mengganjal tubuh kita diletakkan sedikit ke belakang dari kepala. Selain itu, upayakan juga wajah sedikit miring ke kiri atau ke kanan secukupnya sehingga ada ruang agak luas untuk bernapas dan bantu melegakan paru-paru.

Sebab, tidur dalam posisi seperti ini dapat menyebabkan ketegangan pada leher dan sakit di punggung. Hal itu karena lekukan pada tulang belakang tidak mendapatkan dukungan yang cukup.

5. Tidur dengan lengan ke atas

Posisi tidur ini disarankan bagi Anda yang mengalami sakit punggung, masalah kulit seperti jerawat dan keriput. Tidur seperti ini akan membuat Anda mendengkur yang berpotensi untuk menaikkan asam lambung. Selain itu, dengan memposisikan tangan ke atas, bahu akan dapat tertekan.

Namun demikian, menurut kebiasaan dan keyakinan orang Jawa, khususnya Madura, tidur seperti ini sangat tidak baik bagi psikologis atau kejiwaan seseorang. Sebab, menurut pesan para moyang, tidur dengan posisi lengan ke atas, apalagi sampai diletakkan di atas dahi atau kepala, hal itu menandakan orang tersebut sedang galau dirundung gelisah. Dan diyakini, selepas tidur ia malah tidak bisa keluar dari kegelisahan tersebut melainkan akan menambah rasa gelisah.
(sa/md/fd)


(*)