Press Conference: Kasus Positif Covid-19 Sumenep Bertambah 2 Orang, Satu Telah Meninggal

Press Conference: Kasus Positif Covid-19 Sumenep Bertambah 2 Orang, Satu Telah Meninggal
Kadiskominfo Ferdiansyah Tetrajaya saat Press Conference melalui channel Youtube resmi Diskominfo Sumenep (Foto: Tangkapan layar siaran langsung Youtube Diskominfo Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURAPemerintah Kabupaten Sumenep Jawa Timur kembali menggelar Press Conference terkait penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19, Sabtu (13/6/2020) malam.

"Pada hari ini, tanggal 13 Juni 2020 kami Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep umumkan terkait penambahan pasien terkonfirmasi Covid-19," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya.

Dua orang pasien tersebut selanjutnya disebut pasien 17 dan 18. Kadiskominfo Ferdian mengungkapkan, pasien nomor 17 tersebut adalah seorang laki-laki, penduduk di Kecamatan Guluk-guluk, Sumenep.

Yang bersangkutan, terang dia, merupakan karyawan salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. "Terhadap pasien tersebut sudah dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil non reaktif dan negatif di Surabaya," katanya.

Namun, karena yang bersangkutan tidak sembuh, pada tanggal 7 Juni 2020 akhirnya pihak keluarga menjemputnya untuk dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget.

Saat dilakukan rapid test, hasilnya memang non reaktif. Tapi dari pemeriksaan medis, kata Ferdian, hasilnya mengarah kepada gejala Corona Virus Nineteen (Covid-19). "Sehingga terhadap yang bersangkutan statusnya dinaikkan menjadi status pasien PDP pada tanggal 8 Juni 2020," ucapnya.

Baru pada tanggal 13 Juni hari ini, berdasarkan hasil swab, yang bersangkutan dinyatakan positif atau terkonfirmasi Covid-19. Saat ini pasien tersebut sedang dalam perawatan di RSI Garam Kalianget, "dengan kondisi membaik," imbuhnya.

BACA JUGA: 21,2 Miliar Anggaran Covid-19 untuk RSUD Sumenep, Direktur Erliyati: 4,7 M Turun, Selebihnya Dana Piutang

Kadis Ferdian kemudian melanjutkan keterangan, pasien nomor 18 adalah laki-laki penduduk asal Kecamatan Talango. Pasien 18 ini juga dirawat di RSI Garam Kalianget sejak tanggal 7 Juni 2020 dengan keluhan sesak nafas.

Hasil thorax menunjukkan, yang bersangkutan divonis kena penyakit radang paru-paru. Setelah dilakukan rapid test, sebut Ferdian, hasilnya masih tetap reaktif.

"Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan swab, namun sebelum hasil swab keluar pada tanggal 9 Juni 2020, pasien meninggal dunia dengan status PDP dan telah dilakukan pemulasaran jenazah sesuai dengan protokol Covid-19," tutur dia. 

BACA JUGA: Pemkab Bangkalan Gelar Simulasi Pemulasaraan Jenasah Covid-19

Ferdian menyebutkan sejumlah tindakan yang telah dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep. Yaitu antara lain, penyemprotan disinfektan di sekitar rumah pasien 17 dan 18 serta tes strecing terpadu oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas, melalui perbincangan dengan pihak desa setempat.

Selain itu, pihaknya mengaku telah melaksanalan rapid test terhadap kontak erat keluarga, baik pasien 17 maupun nomor 18. "Untuk menjamin keselamatan warga, khususnya di sekitar pasien nomor 17 dan 18," ujarnya.

Sebelum menutup keterangan, pihaknya berharap kepada segenap masyarakat agar tetap disiplin dan menaati protokol kesehatan dalam rangka mempercepat pemutusan rantai penularan Covid-19.

"Yaitu, dengan perilaku hidup bersih dan sehat, jaga jarak dan selalu pakai masker, kemudian mencuci tangan sesering mungkin dengan memakai sabun. Apalagi setelah melakukan aktivitas di luar rumah," pesannya

"Imunitas tubuh dijaga dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, setara, istirahat cukup, selalu bahagia, hindari panik dan khawatir, kemudian yang tak kalah pentingnya adalah selalu tinggal di rumah, jangan kemana-mana kecuali ada kepentingan yang mendesak," pungkasnya menambahkan. (md/yy)


(*)