Pasang

Pusat Produsen Pusaka Keris di Madura Ternyata Sumenep

  • Bagikan
Pusat Produsen Pusaka Keris di Madura Ternyata Sumenep
Proses membuat keris (Foto: beritagar.id/Fully Shafi)

BUDAYA, SINERGI MADURAKeris merupakan sebuah pusaka mahakarya yang dilahirkan dari tangan-tangan kreatif anak bangsa di tanah Jawa dan Madura.

Tak ayal bila benda yang terbuat dari bahan besi pilihan dengan bentuk meliuk-liuk serupa ular yang tajam pada bagian kanan kiri serta ujungnya lancip seperti pisau ini pun terus melegenda hingga saat ini.

Pasang

Buah karya luar biasa itu rupanya tidak dapat dijumpai di semua wilayah di Indonesia. Sebab, pusaka yang memiliki nilai estetis dan karya seni ini memang tidak diproduksi di sembarang tempat.

Tidak semua orang bisa dam mampu menciptakan benda yang konon katanya memiliki kekuatan mistis. Sehingga, proses pembuatannya pun dibilang tidak mudah dan butuh keahlian khusus.

Dilansir dari berbagai sumber, benda tajam peninggalan orang kuno Jawa dan Madura saat ini diakui dunia sebagai warisan budaya leluhur.

Lahirnya pusaka keris tidak lepas dari sejarah peradaban masa zaman kerajaan berkuasa. Khususnya kerajaan-kerajaan yang memimpin roda pemerintahan di tanah Jawa dan Madura.

Baca Juga: Keris, Pusaka Madura Buah Mahakarya Anak Bangsa

Tahukah Anda? Pada tahun 2012 lalu, terdapat sebuah wilayah yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura ditetapkan oleh UNESCO sebagai pusat lahirnya keris di Madura.

Keris-keris yang lahir dari bumi Arya Wiraraja ini disebut-sebut sudah menyebar luas ke segala penjuru bumi Zamrud Khatulistiwa bahkan tembus hingga ke luar negeri.

Keris yang diciptakan di bumi para raja ini paling banyak diburu oleh para pecinta pusaka. Sebab, keris-keris ini memiliki nilai dan karekteristik yang khas sehingga mampu memikat hati para kolektor keris.

Ya, lokasi yang didapuk sebagai pusat lahirnya banyak keris istimewa itu adalah Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

Ihwal penobatan Desa Aeng Tong-tong sebagai pusat lahirnya keris bukan tanpa alasan. Di desa ini, tercatat ada sekitar 640 orang yang menekuni bidang produksi keris berkelas dunia.

Sumber lain menyebutkan bahwa Desa Aeng Tong-tong ini adalah satu-satunya daerah di Madura bahkan di Indonesia yang hampir 100 persen warganya memiliki kemampuan memproduksi keris.

Keahlian yang dimiliki masyarakat Desa Aeng Tong-tong dalam hal membuat keris merupakan warisan dari para leluhur mereka. Warisan itu tetap dijaga dan ditekuni hingga sekarang.

Tak heran jika, di desa ini banyak lahir para generasi muda atau Mpu (sebutan bagi pengrajin keris) handal yang memiliki kemampuan luar biasa dalam membuat keris.

Dikisahkan pula, konon katanya kebutuhan persenjataan Kerajaan Sumenep sengaja dibuat dan dipasok dari Desa Aeng Tong-tong. Hasil produksi senjata masyarakat desa itu memiliki kualitas yang tinggi.

Rerata masyarakat di desa tersebut masih mempertahankan bangunan rumah asli peninggalan dari leluhur. Meski ada sebagian ada yang direnovasi karena rusak akibat faktor usia, namun nuansa dan model kuno tetap masih terjaga.

Sebab, rumah-rumah tua peninggalan dari nenek moyang mereka di dalamnya terdapat sebuah pusaka yang dipercaya sebagai pelindung bagi yang menghuni agar terhindar dari malapetaka. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *