Pasang

Rayakan HSN 2021, PCNU Sumenep Angkat Tema ‘Bertumbuh, Berdaya dan Berkarya’

  • Bagikan
TERBATAS: Momen pelepasan balon grand opening kegiatan HSN 2021 (Edy Mufti - Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar grand opening Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Nahdlatul Ulama tahun 2021.

Pembukaan kegiatan HSN ini digelar di kantor PCNU Sumenep dan dibuka langsung oleh Rais Syuriah PC NU Sumenep, KH Hafidzi Syarbini, Jumat (1/9/2021).

Pasang

Wakil Ketua PCNU Sumenep, Moh Halili, yang sekaligus menjadi ketua panitia kegiatan, dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan HSN tahun ini berlangsung secara luring terbatas dan daring, mengingat saat ini masih dalam keadaan pandemi Covid-19.

Sebelum grand opening, pihaknya bersama warga terlebih dahulu melaksanakan Khatmil Quran bil ghaib.

Kegiatan HSN ini menurutnya akan terus dirayakan sejak hari ini, Jumat tanggal hingga 25 Oktober 2021 mendatang, dengan tema: ‘Bertumbuh, Berdaya dan Berkarya’.

“Secara umum tema dari kegiatan HSN tahun ini yaitu Bertumbuh, Berdaya dan Berkarya,” katanya, Jum’at (1/10/2021).

Sebelum menutup keterangan, ia memastikan bahwa kegiatan HSN kali ini terpaksa harus digelar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes).

“Tahun ini semua diadakan untuk mengenang peristiwa heroik perjuangan para santri, untuk meneladani dan menjaga hasil perjuangannya,” katanya.

Sementara itu, Rais Syuriah PC NU Sumenep, KH Hafidzi Syarbini menyampaikan, bahwa warga NU harus bahagia karena dapat menyelenggarakan ‘hari raya santri’ walaupun pandemi masih belum sepenuhnya sirna.

Berkat rahmat Allah Swt, ucapnya, saat ini warga Nahdlatul Ulama bisa menggelar peringatan hari santri kendatipun harus digelar secara terbatas dan memperhatikan protokol kesehatan.

Ka’into rahmat rajâ (ini adalah rahmat yang cukup besar, red), Allah Swt membuka hari santri. Sabâb molaén lambâ’ pantes sadhâjâ lakar santré kabbhi, yâkin santré kabbhi ta’ usa kabâlâ, Allah Swt ngaghâli (Dulu pantas saja tidak ada peringatan hari santri karena semuanya adalah santri, tidak usah mengaku santri Allah sudah mengetahui itu, red),” tuturnya.

Jadi, lanjut Kiai Hafidzi, kita perlu menyadari hal itu, bahwa NU tidak mungkin berdiri tanpa ada peran dan perjuangan para santri.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *