Razia Parkir Liar, Dishub: 5 Tahun Karcis Belum Diganti

Razia Parkir Liar, Dishub: 5 Tahun Karcis Belum Diganti
Petugas Dishub saat melakukan razia parkir liar di Bangkalan (Moh Sainuddin - Sinergi Bangkalan)

BANGKALAN, SINERGI MADURA - Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan, Jawa Timur menggelar razia parkir liar di sejumlah area publik yang tersebar di kabupaten berjuluk Kota Shalawat dan Dzikir, Kamis (15/10/2020).

Razia parkir dilakukan sebagai bentuk respon Dishub terhadap aduan masyarakat dan beberapa aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tentang maraknya pemungutan parkir liar di linbgkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan, Ariek Moein, mengatakan, juru parkir banyak yang tidak mematuhi aturan yang telah disepakati bersama dengan Dishub. 

"Mereka (juru parkir, red) tidak melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kesepakatan dengan kami," tegasnya. 

Petugas memasang poster yang berisi himbauan aturan parkir (Moh Sainuddin - Sinergi Bangkalan)

Razia yang dilakukan di beberapa titik keramaian, seperti di Jl. Soekarno - Hatta sampai dengan Jl. Panglima Soedirman banyak temuan yang diperoleh Dishub Bangkalan. Misalnya, karcis tidak diberikan kepada pengguna parkir, karcis yang sudah tidak berlaku namun masih dipakai serta rompi parkir yang bukan dari Dishub Bangkalan. 

Uniknya, salah satu juru parkir menggunakan karcis yang 5 tahun belum pernah diganti dengan karcis resmi. Alhasil, karcis ilegal ini ditarik oleh Dishub Bangkalan. 

"Mintalah karcis, kalau tidak ada karcis dan hilang siapa yang mau bertanggungjawab? Tidak ada, kan" tukasnya. 

Sekadar diketahui, tarif parkir di Kabupaten berjuluk Kota Shalawat dan Dzikir, dalam regulasi pemerintah setempat, untuk roda dua sebesar Rp 2 ribu dan roda empat Rp 3 ribu. (ms/md/fd) 


(*)