Pasang

Resmi, Lahan 2,5 Hektare di Desa Gugul Pamekasan Penuhi Syarat Pembangunan KIHT

  • Bagikan
KHIDMAT: Sosialiasi KIHT Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Setelah melalui proses panjang dan hasil survei, lahan seluas 2,5 hektare yang terletak di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, dinilai layak dan memenuhi syarat untuk pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

“Sudah memenuhi kawasan itu untuk mejadi kawasan industri. Secara bertahap sudah bisa dimulai tahun 2021 ini,” ujar Kabid Pembinaan dan Perlindungan, Agus Wijaya, mendampingi Kepala Disperindag, Achmad Syaifuddin, Senin (5/7) lalu.

Pasang

“Kami sudah menghubungi Universitas Jember bahwa kawasan KIHT itu sudah layak untuk dibangun. Tetapi dari pihak UNEJ masih belum bisa turun kesini karena dalam keadaan gawat COVID ini,” sambungnya.

Agus juga mengungkapkan, tujuan pembangunan KIHT ini untuk menarik pabrik-pabrik rokok lokal di Pamekasan khususnya yang yang ilegal untuk mendapatkan pembinaan yang lebih intens.

Nanti, selain dibina pengembangan usaha, perusahaan rokok lokal itu juga akan mendapatkan pembinaan tentang bagaimana memproses perijinannya secara lengkap.

Diantara langkah yang dilakukannya sebelumnya, kata Agus, adalah melakukan studi kelayakan lokasi bekerjasama dengan Universitas Negeri Jember (UNEJ).

Setelah selesai, nanti akan dipresentasikan dihadapan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dan pihak perusahan rokok maupun elemen terkait lainnya.

Jika kawasan itu sudah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan, kata Agus, tahap pertama untuk tahun 2021 adalah pembangunan pagar dan pemadatan saluran.

Dia memperkirakan dalam Minggu depan ini, pihak UNEJ akan datang ke Pamekasan, setelah itu akan langsung memaparkan hasil studi kelayakan kawasan itu di hadapan perusahaan rokok besar dan dinas terkait di Bumi Gerbang Salam.

Setelah selesai desain, akan dilanjutkan untuk pembangunan tahap pertama yakni berupa pembangunan pagar dan pemadatan.

“Gini ya, waktu kita yang terbatas karena keadaan COVID-19 ini. Selain itu, juga kegiatan kami akan berkurang, karena keadaan waktu jadi kami akan adakan seperti itu dulu,” paparnya.

“Tapi memang kalau waktu memungkinkan nanti kami akan lanjutkan, kalau waktu masih ada kami akan lanjutkan dengan pembangunan jalan dan saluran,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat telah merencanakan dengan matang untuk pembangunan bahwa KIHT tahun ini. Program tersebut akan didanai dari DBHCHT. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *