Pasang

Ritual Meratakan Gigi bagi Calon Pengantin Perempuan Madura

  • Bagikan
Ritual Meratakan Gigi bagi Calon Pengantin Perempuan Madura
Ilustrasi meratakan gigi (Foto: okezone.com)

BUDAYA, SINERGI MADURARitual meratakan gigi atau menurut istilah orang MaduraMapar Ghighi‘ bagi seorang calon pengantin perempuan ini hanya dapat ditemukan dan dijumpai di Pulau Madura.

Mapar Ghighi‘ merupakan ritual adat yang hanya tumbuh berkembang di kabupaten paling timur Pulau Madura, Sumenep. Tepatnya di Desa Panagan, Kecamatan Gapura.

Pasang

Dilansir dari berbagai sumber, ritual adat ini bertujuan agar calon mempelai perempuan terlihat lebih cantik saat tiba waktu pernikahan nanti dan akan terlihat lebih menarik di mata mempelai laki-laki.

Selain alasan tersebut di atas, ritual ‘Mapar Ghighi‘ juga bertujuan untuk membuang sangkal (Sial) pada diri mempelai perempuan dengan harapan ketika dalam mengarungi rumah tangga bersama suami tidak ada lagi sial.

Peralatan dan Persiapan Ritual

Tahapan upacara ritual tersebut dipimpin oleh ahli papar ghighi juga dibantu oleh ahli macapat dan tukang teges. Ahli macapat dan tukang teges inilah yang nantinya akan membaca kidungan saat prosesi mapar ghighi berlangsung.

Baca Juga: Mengenal Tradisi ‘Rokat Pamengkang’ di Sumenep Madura

Mempelai perempuan saat menjalani prosesi mapar ghighi ditemani oleh orang tua atau keluarganya, calon suami dan kerabatnya, serta beberapa orang gadis yang akan bertugas mengitari sang gadis saat dupa dibakar. Selain itu dalam prosesi ini akan diiringi musik tradisional saronen atau hadrah ketika calon pengantin ini akan dikirab.

Peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan dalam ritual ini dibagi menjadi tiga. Mulai dari peralatan yang disiapkan oleh keluarga calon mempelai perempuan, keluarga calon mempelai laki-laki, dan ahli papar ghighi.

Dari pihak keluarga calon mempelai perempuan antara lain beraneka macam jajanan pasar. Jajanan ini nanti akan disuguhkan kepada para tamu yang hadir.

Berikutnya keluarga calon mempelai perempuan juga menyiapkan rampatan (sesajen) yang terdiri dari kelapa gading, nasi kuning, air kembang, telur ayam kampung, dan dhamar kambhang.

Sementara dari pihak keluarga calon mempelai laki-laki juga mempersiapkan barang-barang bawaan menurut istilah Madura ban-ghiban. Dalam ban-ghiban ini biasanya berupa alat-alat rias, bermacam-macam jenis yang dimasukkan ke dalam sebuah kotak besar berukir.

Untuk peralatan dan perlengkapan yang disediakan oleh ahli papar ghighi sendiri ini berupa pisau yang menyerupai kikir, batu asah, dan batu pengganjal.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *