Rokok Ilegal 'Tumpah' di Pasar Kaget Bangkalan

Rokok Ilegal 'Tumpah' di Pasar Kaget Bangkalan
TUNJUK : Seorang petugas saat memastikan sampel rokok Ilegal (Moh. Sainuddin - Sinergi Bangkalan)

BANGKALAN, SINERGI MADURA - Rokok ilegal alias plong semakin banyak beredar luas di sejumlah pasar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Senin (11/1/2021).

Peredaran rokok tanpa pita cukai itu bahkan menyasar hingga ke pedesaan. Hal ini, dinilai sangat merugikan sejumlah pedagang. Seperti di kawasan Pasar Kaget.

Mutmainnah (38) salah satu pedagang toko kelontong di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, menyatakan, harga rokok ilegal yang sangat jomplang dengan rokok resmi membuat pembeliannya beralih ke rokok tidak resmi.

"Beralih ke rokok di pasaran (rokok ilegal, red). Toko sepi dan pendapatan berkurang. Jelas ini merugikan saya," keluhnya.

Baca Juga: Tiga Dam di Pamekasan Meluap Hingga ke Emperan Rumah Warga Tiga Desa

Di lain tempat, Tingwar, pembeli rokok tanpa cukai mengatakan rokok yang Ia beli memang murah dan sangat terjangkau. Apalagi perbedaan harga yang jauh signifikan.

"Rokok ini murah. Saya bisa irit kalau pakai rokok ini. Apalagi harganya cuma Rp 6 ribu se-bungkus sedangkan mild (nama rokok resmi, red) Rp 24 ribu," jelasnya.

Terpisah, Staf Sarana dan Usaha Perdagangan, Dinas Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Slamet mengaku, peredaran rokok ilegal memang sering dijumpai di beberapa tempat.

"Memang ada di warung, toko. Terutama di pasar seperti Ahadan (pasar kaget, red). Di desa-desa itu ada rokok tanpa cukai juga," jelasnya.

Meski demikian, kata Slamet, Dinas Perdagangan Bangkalan tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengamanan rokok ilegal yang sudah terjual bebas di pasaran.

"Penyitaan bukan ranah kita. Kita hanya menyosialisasikan bahwa rokok itu ilegal," pungkasnya. (ms/an/fd)


(*)