RTLH 2020: Penerima Bantuan Rumah Harus Penuhi Tiga Syarat

RTLH 2020: Penerima Bantuan Rumah Harus Penuhi Tiga Syarat
Ilustrasi pembangunan rumah (Foto/Istimewa)
RTLH 2020: Penerima Bantuan Rumah Harus Penuhi Tiga Syarat

Sumenep, Sinergi Madura - Untuk tahun 2020 ini, bantuan rumah swadaya (BRS) dalam program lokasi kota tanpa kumuh (Kotaku) Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP) Sumenep, Madura, Jawa Timur dipusatkan di 3 Desa di Kecamatan Kalianget.

Anggaran RTLH Stimulan itu diketahui mencapai 1.6 Miliar untuk 93 rumah dengan rincian per rumah 17.500.000,-

"Per PB-nya, (atau) penerima bantuan itu Rp 17 juta 500 ribu itu," terang Kabid Perumahan DPRKP dan Cipta Karya Sumenep Benny Irawan, Selasa (24/3/2020).

Tiga desa penerima RTLH di Kecamatan Kalianget tersebut menurut Benny diantaranya adalah Desa Kertasada, Desa Karanganyar dan Pinggir Papas yang saat ini sudah masuk dalam pencanangan.

Tahapan untuk saat ini, lanjut Beny, masih dalam proses rekrutmen fasilitator lapangan berikut penetapan kontrak. Selanjutnya, fasilitator akan bertugas mendampingi proses verifikasi untuk menetapkan penerima bantuan (PB).

"Tugasnya ya mendampingi pembukaan rekening, mendampingi untuk peng-SPJ-an, dan mendampingi untuk proses pembangunan sampai dengan pengawasan dan supervisinya," urai dia.

Ditanya soal kategori penerima bantuan, Benny menjelaskan sedikitnya terdapat 3 kategori. Pertama, ketahanan struktur bangunan harus memenuhi syarat seperti tidak ada kolom, balok, dan slop. Kedua, berkaitan dengan kesehatan rumah calon penerima bantuan RTLH.

"Misalnya, rumahnya itu tidak ada bukaan jendela yang cukup, kemudian juga tidak ada sarana MCK atau toiletnya. Itu," sebutnya.

Syarat yang ketiga adalah kecukupan luas bangunan. Ini dapat diukur dengan luwes tidaknya ruang gerak seseorang saat berada di dalam rumah tersebut.

"Misalnya 9 meter persegi, berarti 3x3 (meter) untuk rumah tipe 27 atau 30. Sementara jika yang menempati lebih dari 5 orang, berarti 5 meter kali 9 meter hasilnya 45, harusnya tipenya 45, bukan lagi 30," jabarnya mencontohkan.
 
RTLH ini merupakan stimulan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dapat meningkatkan akses rumah masyarakat Kota Sumekar. Namun apabila saat dilakukan verifikasi faktual kemudian ditemukan rumah penerima RTLH tidak memenuhi syarat, kata Benny, maka bantuan tersebut bisa gagal.

"Untuk itu, penerima RTLH harus tepat sasaran dan benar-benar memenuhi syarat," simpulnya.

Disamping bantuan ini, pihak penerima bantuan juga diminta untuk melakukan pendampingan lewat swadaya masyarakat. "Swadaya masyarakat juga berperan penting untuk bisa membantu pemanfaatan RTLH," paparnya.

Tenggang waktu pencairan kepada penerima RTLH akan dimulai dari awal April hingga paling akhir Bulan Mei mendatang. "Itu untuk awal pencairan tahap satu," katanya.

Penulis: Abd Wakid
Editor: Mazdon