Pasang

Rugikan Masyarakat, Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Pinjol Ilegal

  • Bagikan
TEGAS: Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok. Sinergi Madura)
TEGAS: Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok. Sinergi Madura)

JAKARTA, SINERGI MADURA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk menindak tegas penyelenggara pinjaman online (Pinjol) ilegal yang telah merugikan masyarakat.

Tindak tegas tersebut, kata Sigit, juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Pasang

“Kejahatan Pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan khusus. Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi preventif maupun represif,” kata Sigit saat memberikan pengarahan kepada Polda jajaran melalui Vicon di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/10) kemarin.

Pelaku kejahatan Pinjol, lanjut Sigit, kerap memberikan promosi atau tawaran yang membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan jasa layanan tersebut. Sehingga, hal tersebut menjadi salah satu penyebab banyaknya korban.

Baca Juga: Kiat untuk Pelaku UKM agar Tetap Produktif di Masa Pandemi

“Harus segera dilakukan penanganan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” tambah Sigit.

Di tengah situasi pandemi COVID-19, menurut Sigit, penyelenggara Pinjol juga memanfaatkan situasi masyarakat yang perekonomiannya terdampak. Sehingga, warga banyak yang tergiur untuk menggunakan jasa Pinjol ilegal.

Padahal, Pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat, karena data diri korban bakal dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan apabila telat membayar ataupun tidak bisa melunasi pinjaman.

Mirisnya, dari beberapa kasus jerat Pinjol ini ada yang bunuh diri lantaran tidak mampu membayar dengan bunga yang besar.

“Banyak juga ditemukan penagihan yang disertai ancaman. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan para korban sampai bunuh diri akibat bunga yang semakin menumpuk dan tidak sanggup membayar,” tegas eks Kapolda Banten ini.

Untuk diketahui, hingga Oktober 2021, Polri menerima sebanyak 370 laporan polisi terkait kejahatan Pinjol ilegal. Dari jumlah itu, 91 diantaranya telah selesai, 278 proses penyelidikan dan tiga tahap penyidikan.

“Lakukan penegakan hukum dengan membentuk Satgas Penanganan Pinjol ilegal. Buat posko penerimaan laporan dan pengaduan, lakukan koordinasi serta asistensi dalam setiap penanganan perkara,” pinta Sigit.

Terkait hal ini, Sigit memastikan bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama tentang pemberantasan pinjaman online ilegal dengan OJK, Bank Indonesia, Kemenkominfo, serta Kementerian Koperasi dan UMKM.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *