Pasang

Samir Nasri Pilih Gantung Sepatu karena Doping (?)

  • Bagikan
Foto: Istimewa

SPORT, SINERGI MADURA – Anda ingat Samir Nasri? Ya, pemain kelahiran Marseille, Prancis, tanggal 26 Juni 1987 itu kini telah memutuskan untuk gantung sepatu atau pensiun dari dunia sepakbola.

Saat ini, Samir Nasri genap berusia 34 tahun. Masih cukup waktu baginya untuk terus mengembangkan karir profesionalnya dalam mengolah si kulit bundar.

Pasang

Namun winger lincah yang sempat membela Arsenal dan Manchester City itu bulat pilih undur diri karena alasan sakit hati.

Samir Nasri mengaku sakit hati karena sanksi larangan bermain selama 18 bulan. Sanksi tersebut dijatuhkan padanya lantaran dirinya diduga telah melakukan doping.

“Satu episode sangat menyakiti saya dan mengubah hubungan saya dengan sepak bola skorsing saya,” ucap Nasri, sebagaimana dilansir Le Journal du Dimanche.

Nasri merasa telah diperlakukan tidak adil karena menurutnya suntik yang ia lakukan selama ini hanyalah suntik vitamin.

Baca Juga: Lanjutkan Tren Positif, Juve Gilas Sampdoria

“Saya menemukan bahwa lebih dari tidak adil, saya tidak mengambilnya (produk doping, red). Itu hanya suntikan vitamin karena saya sakit. Itu (vonis hukuman karena doping) telah menghentikan saya di jalur saya,” imbuhnya.

Belum ada kabar soal rencana karir selanjutnya usai dirinya memutuskan untuk pensiun dini. Apapun pilihannya, sukses Nasri!

Sekilas tentang Karir Samir Nasri

Nasri adalah warga negara Perancis dengan garis darah keturunan Aljazair. Ia dilahirkan di Septèmes-les-Vallons, pinggiran utara Marseille.

Nasri bergabung dengan Olympique de Marseille sejak usianya menginjak 9 tahun. Namun debut profesionalnya dimulai pada awal September 2004, yakni saat dirinya berusia 17 tahun dan dipercaya turun membela Marseille lawan Sochaux.

Hanya butuh satu musim, Nasri sudah mampu membuktikan kualitasnya dalam mengolah si kulit bundar hingga ia pun dipercaya menjadi starter reguler tim.

Saat itu, ia mendapat kesempatan pertama untuk berpartisipasi dalam kompetisi Eropa pada gelaran Piala UEFA musim 2005-2006 (sekarang UEFA League).

Baca Juga: Imbang Lawan The Bees, The Reds Pimpin Puncak Klasemen Liga Inggris

Kesempatan itu sekaligus menjadi pengalaman pertama untuk lebih banyak belajar hingga pada musim selanjutnya (2006-2007), Nasri muda pun berhasil menyabet gelar pemain sepakbola muda terbaik versi UNFB.

Prestasi itu kemudian mengantarkannya tembus jadi pemain tim utama Olympique de Marseille. Tercatat ada 160 penampilan Samir Nasri bersama salah satu klub besar Perancis ini. Selama itu, berhasil membawa Marseille ke putaran final Coupe de France, yakni pada musim 2006 dan 2007.

Dunia sepakbola Inggris pun kepincut dengan kemampuannya. Akhirnya pada tahun 2008, Nasri pun resmi bergabung dengan Arsenal untuk Liga Premier Inggris.

Pada musim ketiga bersama Arsenal, ia pun berhasil mendapatkan prestasi sebagai ‘Pemain Terbaik Pilihan Fans’ versi PFA 2008.

Dua tahun setelahnya, ia kembali menorehkan prestasi sebagai Pemain Sepakbola Perancis Terbaik 2010.

Setelah tiga musim membela The Gunners Arsenal, tepatnya pada tahun 2011, ia memutuskan pindah klub, bergabung dengan Manchester City dengan nilai kontrak 4 tahun.

Karirnya bersama City dapat dibilang kurang gemilang karena mengalami sarang surut penampilan. Pihak Manchester City sempat meminjamkannya ke klub Spanyol, Sevilla.

Status pemain pinjaman itu malah membuatnya kurang produktif di lapangan hijau hingga akhirnya ia pun secara bergantian pindah membela Antalyaspor (Liga Super Turki), West Ham dan terakhir di Anderlecht (Eredivisie, Liga Belanda).


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *