Pasang

Satpol-PP Sumenep Tutup Sementara Cafe Apoeng Kheta

  • Bagikan
TUTUP SEMENTARA: Anggota Satpol-PP saat melakukan pemasangan garis penutupan Cafe Apoeng Kheta (Edy Mufti - Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur resmi menutup sementara Cafe Apoeng Kheta, Selasa (28/9/2021).

Penutupan tersebut dilakukan lantaran kafe ini diduga sering dijadikan tempat mengkonsumsi dan pesta narkoba.

Pasang

“Karena dalam prakteknya sehari-hari disini (Cafe Apoeng Kheta, red) sudah tidak sesuai dengan perizinannya. Izinnya (untuk) rumah makan resto, tapi pada kenyataannya melanggar undang-undang,” ungkap Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito kepada sejumlah media di lokasi.

Bebearapa waktu lalu saat disidak oleh pihak Kepolisian, sambung dia, terdapat seseorang yang diduga telah membawa barang haram jenis Narkotika.

Selain itu, ia mengatakan bahwa izin kafe yang berlokasi di sebelah Jembatan Nambakor, Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, Kecamatan Saronggi ini sudah mati sejak tahun 2018 silam.

Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing, Pemkab Sumenep Gelar Anugerah Inovasi Daerah

“Matinya izin resto ini pada Oktober tahun 2018. Hingga saat ini pengelolanya masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” katanya.

Atas landasan itu, kata dia, pemerintah setempat melakukan rapat untuk segera melakukan penutupan sementara terhadap kafe tersebut.

“Jika izin masih tidak diurus seperti semula, yaitu izin resto rumah makan, maka (pemerintah, red) tidak akan membuka cafe ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Pengawasan Perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep, Anwar, menegaskan bahwa segala kegiatan usaha di Cafe Apoeng Kheta sejak saat ini juga sudah tidak dapat dioperasikan untuk sementara waktu.

“Sudah melakukan teguran tiga kali kepada pimiliknya langsung, karena sudah melakukan pelanggaran yang tidak sesuai undang-undang, baru sekarang ini kami lakukan penutupan,” jelasnya.

“Penutupan sementara ini akan dilakukan selama 3 bulan,” tutup Anwar.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *