Pasang

Sebut Pengurus NU Mutanajis Mughalladloh, LPBHNU Sampang Madura Layangkan Surat Somasi

  • Bagikan
SOLID: Kuasa Hukum LPBH NU Sampang, Alfian Farisi, bersama tim menunjukkan surat somasi (Zainullah - Sinergi Sampang)
SOLID: Kuasa Hukum LPBH NU Sampang, Alfian Farisi, bersama tim menunjukkan surat somasi (Zainullah - Sinergi Sampang)

SAMPANG, SINERGI MADURA – Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kabupaten Sampang, Madura, mengeluarkan Surat Somasi kepada terduga pelaku pencemaran nama baik NU.

Diketahui, terduga pelaku bernama Subaidi Masajid, warga Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura.

Pasang

Subaidi Masajid dinilai telah melecehkan warga serta mengotori marwah NU karena menyebarkan pesan suara (voice note) dengan menyebut sudah 10 tahun lebih NU mutanajis. Bahkan dia menganggap, saat ini najisnya sudah masuk kategori mughâlladloh (berat).

Baca Juga: Kabupaten Sampang Madura Naik PPKM Level 3, Sekda: Objek Wisata Masih Boleh Dibuka

“Kalau dulu hanya Aqil Siradj, sekarang sudah sampai ke tingkat ranting sudah mutanajis semuanya,” kata Subaidi dalam pesan suara yang tersebar luas di aplikasi chat WhatsApp.

Dalam voice tersebut Subaidi mengatakan semoga mereka bisa lurus kembali sebagaimana visi dan misi KH. Hasyim Asy’ari. “Insyaallah lebih barokah,” tukasnya.

“Maskeh la tak olle proyek, kor la tak deddhih oreng mutanajis,” ucapnya. Bahwa jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia: “Meskipun tidak mendapatkan proyek asalkan tidak menjadi orang yang mutanajis”.

Menanggapi hal ini, Tim Kuasa Hukum LPBH NU Sampang, Madura, Alfian Farisi, menegaskan, bahwa perbuatan Subaidi Masajid keterlaluan karena sudah melecehkan marwah NU, baik secara moral maupun kelembagaan.

“Dalam pesan suara itu, pelaku mengatakan NU sebagai lembaga Mutanajjis Mughalladhoh. Kami kader NU merasa sangat tersinggung dengan ucapannya,” kata Alfin, Minggu (10/10/2021)

Pihaknya juga meminta agar Subaidi Masajid segera mengembalikan nama baik atau marwah NU mulai tingkat Pusat hingga Ranting melalui media massa atau media sosial.

“Harus meminta maaf secara langsung kepada MWC NU Kedungdung dan PCNU Sampang,” tandasnya, seperti yang tertuang dalam lembaran somasi.

Disebutkan, jika selama tiga hari tuntutan somasinya ini tidak diindahkan, maka pihaknya secara tegas akan menempuh jalur hukum.

“Jika saudara tidak mengindahkan somasi ini selama tiga hari, sampai Senin 11 Oktober 2021, maka kami akan menempuh jalur hukum baik secara pidana maupun perdata,” pungkasnya.
(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *