Pasang

Sejarah Singkat Hari Jadi Kabupaten Sumenep Madura

  • Bagikan
Sejarah Singkat Hari Jadi Kabupaten Sumenep Madura
Pemandangan Masjid Agung Sumenep dari atas (Foto: [email protected])

BUDAYA, SINERGI MADURA – Setiap tahun di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diperingati hari lahir atau ‘Hari Jadi Kabupaten Sumenep‘ dengan cukup meriah, tepatnya di penghujung bulan Oktober.

Dulu, sekitar tahun 1269 M, kota kecil yang dijadikan sebagai tempat pengucilan para lawan politik Singhasari lambat laun mengubah arah sejarah nusantara.

Pasang

Waktu itu, Aria Wiraraja atau Banyak Wedi dilantik sebagai Adipati Sumenep. Kondisi Madura kala itu tidak sama dengan kondisi dua atau tiga abad setelahnya.

Belum ada pembagian wilayah menjadi empat kadipaten. Di Madura, dua tempat yang dikenal adalah Madura Barat dan Madura Timur. Madura Timur yaitu Sumenep menjadi pusat pemerintahan Aria Wiraraja, sedangkan Madura Barat merujuk pada Kabupaten Sampang.

Sebenarnya pemerintahan di Sumenep tidak dimulai sejak datangnya Aria Wiraraja. Dilansir dari berbagai sumber, jauh sebelum itu, sudah dinyatakan dalam sebuah prasasti di pintu Agung Keraton Sumenep dalam bahasa Arab dan Madura Kuno.

“Bahwa Sumenep telah terkondisikan sebagai pusat pemerintahan di Madura meski dalam struktur yang cukup sederhana.”

Baca Juga: Asal Usul Lahirnya Nama Sumenep Madura

Dalam bahasa asing, pada prasasti itu tertulis: Brahmono Hasmoro Hung Putri Hayu. Brahmono berarti 6; Hasmoro berarti 8; Hung berarti 9; Putri berarti 1; dan Ayu berarti 1. Maknanya, susunan struktur susunan pemerintahan di Sumenep sudah ada sejak 1 Januari 986 Masehi.

Twibbon Hari Jadi Kabupaten Sumenep KLIK DISINI

Dulu, Sultan Sumenep, Abdurrahman Pakunataningrat juga diriwayatkan menemukan lempengan prasasti kuna. Hanya dalam bagian yang menyebut masa ternyata hilang atau tidak terbaca.

Salah satu petunjuk di prasasti kuna berbahasa sanskerta itu disebut penguasa kala itu bernama Pangeran Ratu.
Tak hanya itu, di sebuah prasasti lain, dijumpai keterangan yang menambah khasanah tentang awal-mula Songennep.

Di prasasti Pictugraf di Barana Kubah Pulang Jiwa, dijumpai keterangan bahwa kota kecil ini berdiri pada 1 Desember 1292 M. Tanggal itu merupakan masa turunnya Aria Wiraraja sebagai adipati Sumenep untuk selanjutnya menduduki sebagai adipati di Lumajang.

Sementara di Sumenep, diberikan pada adik Wiraraja yang bernama Aria Bangah. Aria Bangah ini lantas bergelar Wiraraja ke-II. Dari beliau lahirnya dinasti Bangah hingga Pangeran Sidingpuri.

Akhirnya, melalui hasil seminar sehari kala itu, kemudian ditetapkanlah Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sumenep no. 588 Tahun 1989, bahwa Hari Jadi Kabupaten Sumenep jatuh pada 31 Oktober.

Kesepakatan itu melibatkan semua pakar sejarah di Sumenep, dan pakar disiplin ilmu lainnya; dengan berdasar pada prasasti, peninggalan kepurbakalaan, karya sastra, dan sumber asing.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *