Sektor Pariwisata di Sumenep Resmi Dibuka, Pengunjung Dibatasi

Sektor Pariwisata di Sumenep Resmi Dibuka, Pengunjung Dibatasi
Petikan SE Bupati Sumenep, A Busyro Karim

SUMENEP, SINERGI MADURA - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi membuka kembali sektor pariwisata. Meski demikian, pengunjung tetap dibatasi.

Hal itu dijelaskan dalam surat edaran (SE) Bupati Sumenep Nomor: 556.4/631/435.108.2/2020 tentang penyedia akomodasi, jasa makanan dan minuman, serta penyedia jasa perjalanan wisata sudah diperbolehkan beroperasi.

Dalam SE tertanggal 16 Juni 2020 itu terdapat ketentuan dan syarat yang harus diperhatikan, yakni pengelola pariwisata wajib mematuhi protokol kesehatan dan memastikan pengunjung serta karyawan aman dari penyebaran Covid-19.

“Usaha wisata memberikan jaminan keamanan, kesehatan dan kebersihan serta memberlakukan protokol Covid-19 dengan disiplin dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Bupati Sumenep, A Busyro Karim. Sabtu, (20/6/2020).

Tidak hanya itu, Bupati Busyro yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep juga menegaskan, pembukaan usaha wisata tidak dilakukan secara serentak, tetapi secara bertahap dan selektif. 

"Pembukaan awal dimulai dari yang memiliki kapasitas terukur atau tidak terlalu luas, kapasitas jumlah pengunjung juga mudah dihitung," jelasnya.

 

BACA JUGA

 

Syarat lain untuk pembukaan kembali sektor wisata adalah pihak pengelola harus mengajukan permohonan pembukaan usaha wisata yang dikelolanya.

"Ditujukan kepada Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep, untuk dilakukan peninjauan lapangan. Nanti, akan diverifikasi kesiapan penerapan protokol Covid-19,” simpulnya.

Sedangkan penjadwalan peninjauan lapangan terhadap usaha wisata yang telah mengajukan permohonan pembukaan usaha sepenuhnya ditentukan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep.

"Keputusan dibuka dan ditutupnya pariwisata merupakan kewenangan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumenep," kata Busyro. 

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh para pengusaha pariwisata, jasa perjalanan wisata dan penyedia jasa makanan dan minuman antara lain, menjaga kebersihan lingkungan, menyediakan tempat cuci tangan, sabun, dan hand sanitaze di pintu masuk. 

Melaksanakan pembatasan jarak dan wajib menggunakan masker dengan pengaturan sirkulasi batasan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari jumlah pada saat kondisi normal.

Selain itu, harus memastikan karyawan negatif Covid-19 berdasarkan bukti hasil tes PCR/rapid test, baik pengelola pariwisata, jasa perjalanan wisata, penyedia makanan dan minuman oleh pihak pengelola atau Dinas Kesehatan setempat. (bd/an/yy)