Selama 2020, BNNK Mampu Tangkap 8 Penyalahguna Narkoba

Selama 2020, BNNK Mampu Tangkap 8 Penyalahguna Narkoba
LENGANG: Seorang pengendara motor saat melintas di depan kantor BNNK Sumenep di Jalan Seludang Nomor 5 Kolor (Hayat Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Sepanjang tahun 2020, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meringkus 8 orang tersangka atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu dengan BB sekitar 19,37 gram.

Kendati demikian, capaian itu diduga tidak sebanding dengan maraknya kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Keris yang semakin gencar dan mengkhawatirkan.

Berdasarkan data kepolisian, sejak Januari hingga Desember 2020, ada 164 orang tersangka yang berhasil diringkus Korp Bhayangkara Kota Sumekar atas dugaan penyalagunaan narkotika dengan BB sekitar 429,42 gram sabu.

"Upaya kita semaksimal mungkin kadang malah penyelundupan semakin besar," kata Kasubbag Umum BNNK Sumenep, Wahyu Purnomo kepada media ini, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga: Naik Sepeda Motor, Lengan Pemuda Asal Pangarangan Disayat Orang

Wahyu berdalih, maraknya peredaran dan penyalahgunaan barang haram di kabupaten paling timur Pulau Madura itu disebabkan masyarakat yang kurang paham akan bahaya narkoba.

Sehingga, kata Wahyu, hal demikian membuat pintu tetap terbuka lebar bagi para budak sabu untuk melancarkan aksinya melakukan penyelundupan dan transaksi barang terlarang.

"Kadang kan ada yang tidak tahu narkoba itu apa, apakah melanggar dan menurut agama bagaimana itu kan kadang tidak tahu mereka," ucapnya.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder guna melakukan upaya pencegahan dan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba bagi masa depan bangsa.

"Akan kami terus lakukan sosialisasi memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa narkoba itu pelanggaran hukum dan agama," tandasnya. (yt/an/fd)


(*)