Pasang

Selama 4 Tahun, DBHCHT Pamekasan Ungguli 3 Kabupaten Lainnya di Madura

  • Bagikan
LUGAS: Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Zainul Arifin saat menghadiri salah satu acara talkshow (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Selama kurang lebih 4 tahun berturut-turut, anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur lebih unggul dari 3 kabupaten lainnya di Pulau Madura.

Perolehan DBHCHT di Kabupaten Pamekasan sejak Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memimpin kabupaten ini, yakni mulai 2018 hingga 2021 ini terus meningkat.

Pasang

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan BCM, Zainul Arifin mengatakan, hal ini terjadi karena upaya mendorong legalisasi perusahaan rokok lokal terus dilakukan secara bersama antara Pemkab Pamekasan dengan pihak Bea Cukai Madura (BCM).

“Pola kemitraan, pembinaan dan intensifikasi penyuluhan dengan menggugah kesadaran pelaku usaha rokok terus dilakukan,” kata Zainul, Jum’at (13/8/2021).

Untuk diketahui, perincian perolehan DBHCHT khusus empat kabupaten di Madura selama kurun waktu 2018 hingga 2021 adalah sebagai berikut:

Pada tahun 2018, Kabupaten Bangkalan Rp13,2 miliar, Sampang Rp17,9 miliar, Pamekasan Rp45,2 miliar, sedangkan Sumenep Rp33,3 miliar.

Kemudian pada tahun 2019, Kabupaten Bangkalan Rp13,7 miliar, Sampang Rp19,1 miliar, Sumenep Rp34,4 Miliar dan untuk Kabupaten Pamekasan tertinggi lagi yaitu Rp47,2 miliar.

Pada tahun ketiga kepemimpinan Baddrut Tamam, perolehan DBHCHT Pamekasan tetap tertinggi dengan jumlah Rp56,2 miliar. Sementara untuk Kabupaten Bangkalan Rp18 miliar, Sampang Rp25,9 miliar, dan Sumenep Rp40,9 miliar.

Terakhir pada tahun 2021 ini, perolehan DBHCHT Pamekasan tetap bertahan di anggaran terbesar di 4 Kabupaten di Pulau Madura, dengan rincian Bangkalan Rp15 miliar, Sampang Rp26 miliar, Sumenep Rp40 miliar dan Pamekasan Rp64,5 Miliar.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *