Sertijab dan Pendadaran Dewan Racana Universitas Trunojoyo Madura Digelar di Dua Tempat di Kota Batu

Sertijab dan Pendadaran Dewan Racana Universitas Trunojoyo Madura Digelar di Dua Tempat di Kota Batu
PENUH KEHANGATAN: Jajaran demisioner Dewan Racana dan pengurus baru Racana Rato Ebu Universitas Trunojoyo Bangkalan pose bersama usai kegiatan (Nur Aisyah for Sinergi Madura)

BANGKALAN, SINERGI MADURA - Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Madura, Bangkalan, Jawa Timur melangsungkan serah terima jabatan (Sertijab) Racana dan Rato Ebu Pangkalan Trunojoyo Madura di dua tempat di Kota Batu, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sertijab dilangsungkan di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan, sedangkan pendadaran dewan racana digelar di Bukit Tlengkung, Kota Batu. 

Dalam kegiatan rutin tahunan yang berlangsung selama 4 hari 3 malam tersebut juga dilangsungkan pendadaran Dewan Racana Trunojoyo Rato Ebu dan Ketua Badan Kelengkapan Racana (BKR) masa bhakti 2021-2022.

Setelah serah terima jabatan dari kepengurusan masa bhakti 2020 ke kepengurusan masa bakti 2021, dilanjutkan dengan pendadaran dewan racana dan rapat kerja.

Rapat kerja berisi penyampaian program kerja tahunan, bulanan, mingguan serta program kerja dari pengurus harian 5 divisi, yakni Divisi Giat, Litebang, Kerumahtanggaan, Humas dan Divisi Kewirausahaan.

"Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari 3 malam pada tanggal 18-21 Februari  2021. Jumlah peserta sekitar 33 orang," ungkap demisioner Dewan Racana Trunojoyo dan Rato Ebu, Sri Ratna Aprianti, Kamis (25/2/2021).

Pada Kamis malam tanggal 18 Februari, mereka kedatangan Racana lain yang berasal dari Kota Malang, di antaranya Racana Uinma, Racana UB, Racana UM dan Racana UNISMA. "Mereka bercerita bagaimana program kerja di Racana masing-masing," ujarnya. 

Baca Juga: Jelang Pelantikan Bupati dan Wabup Sumenep 2021-2024, Pedagang Karangan Bunga Banjir Orderan

Ia mengungkapkan, ketua panitia pelaksana atau ketua reka kerja kegiatan ini adalah demisioner Dewan Racana Trunojoyo dan Rato Ebu masa bakti 2020, Sri Ratna Aprianti.

"Kegiatan kali ini terasa berbeda dengan sertijab tahun sebelumnya, masih suasana pandemi ya," tuturnya.

Untuk meningkatkan kualitas skill dan keilmuan para pengurus baru, kegiatan setelah sertijab, pendadaran dan rapat kerja diisi dengan materi dan pelatihan di bidang kepramukaan.

Materi pendadaran dimulai dengan pelatihan dan pembekalan ilmu tentang psikologi organisasi, kepandegaan dan scout project kepramukaan sesuai dengan kebutuhan pengurus baru yang hendak menjalankan roda kepengurusan berikutnya.

Tampil sebagai pemateri dalam kegiatan ini, Joeli Kipo Esmawanto, C.H dan Nur Syuaib. Sebagai pemateri pertama, Joeli Kipo Esmawanto menyampaikan, bahwa seorang pandega menurutnya harus cerdas; mampu menjadi visioner sekaligus pioner bagi dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya.

"Jadilah orang yang banyak dirindukan orang dan jangan menjadi orang yang banyak dibicarakan teman," pesannya, usai menyampaikan materi keorganisasian.

Sementara pemateri kedua, Nur Syuaib, menyampaikan tentang scout  project. Scout project, papar dia, memiliki tujuh tahapan.

"Meliputi bagaimana teknik menentukan jenis kegiatan, mengintegrasikan kesempatan belajar, perencanaan, persiapan, melaksanakan kegiatan, evaluasi dan kemajuan serta selebrasi atau perayaan kepramukaan," sebut Syuaib.

Pramuka, terang dia ialah orang yang mengikuti kepramukaan. "Sedangkan 'Kepramukaan' adalah kegiatannya, kemudian 'Gerakan Pramuka' adalah wadah atau organisasi dari Pramuka.

Dalam berpramuka, tambah Syuaib, ada beberapa indikator yang mesti dijadikan prinsip dan ditanamkan dalam diri setiap Pramuka. Yaitu, harus selalu merasa bahagia, senantiasa menjaga kesehatan jasmani, suka menolong, produktif, kreatif dan inovatif. "Hidup bahagia, mati bahagia," pungkasnya.

Lanjut, Zuhrotun Nisa, selaku Ketua Dewan Racana Putri, berharap Dewan Racana yang baru bisa menghormati dan saling bekerja sama antar pengurus satu dengan yang lainnya. "Tentunya amanah itu tidak salah pundak. Semua harus melakukan yang terbaik sesuai peran yang disandang," singkatnya.

Kegiatan ditutup dengan upacara adat penutupan program kerja pendadaran.(ms/md/fd)


Kontributor: Nur Aisyah, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura (nuraisya396@gmail.com)