Pasang

Simak Sekilas tentang Asal-usul dan Karakter Orang Madura

  • Bagikan
Simak Sekilas tentang Asal-usul dan Karakter Orang Madura
Foto: Wikipedia

BUDAYA, SINERGI MADURAMadura adalah nama pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur, pulau yang besarnya kurang lebih 5.000 km2 lebih kecil daripada Pulau Bali dengan penduduk hampir 4 juta jiwa .

Dilansir sinergimadura dari channel youtube Misbahol Hasan, bahwa jika dipotret dari ketinggian, Pulau Madura berbentuk seperti gambar sapi.

Pasang

Secara garis wilayah, Pulau Madura terdiri dari empat kabupaten yaitu (dari arah barat) Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep di paling timur.

Terbentuknya nama Madura ini memiliki sejarah yang sangat panjang sebagaimana telah Sinergi ulas di unggahan sebelumnya.

Asul usul nenek moyang Madura, sebagaimana tercatat dalam sejarah perpindahan bangsa-bangsa di Asia Tenggara, terjadi pada kurun waktu yang cukup panjang.

Baca Juga: Inilah Filosofi Pakaian Adat Madura

Madura kuat dengan khas budaya, adat, kesenian, dan karakter manusia di dalamnya yang sebagian besar terbentuk oleh pengaruh agama nenek moyang (animisme dan dinamisme), sebelum kemudian proses islamisasi dari Arab dan Cina masuk menguasai bahkan mengakar dalam karakter manusia Madura saat ini.

Sampai saat ini, orang Madura terkenal dengan gaya bicaranya yang blak-blakan, hidup hemat, disiplin, giat, pekerja keras dan lain semacamnya sebagaimana isi slogan: “Abantal Omba’ Asapo’ Angin” (Berbantal ombak berselimut angin).

Baca Juga: Mengenal Sakera, Satria Sejati Berdarah Madura

Di sisi itu, masyarakat Madura adalah suku yang memiliki harga diri tinggi, sebagaimana dalam falsafah hidup┬ámereka: “Etembang Pote Mata Bango’ Pote Tolang” (lebih baik putih mata daripada putih tulang), yang memiliki arti lebih baik mati dari pada harga diri diinjak-injak.

Dengan slogan tersebut, lalu lahirlah tradisi carok yang hingga saat ini terus mendarah daging. Di sisi lain, rasa persaudaraan orang Madura juga cukup tinggi sebagaimana dalam bunyi slogan yang lain: “Settong Dhara, Madura“.

Kita satu darah, Madura!

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *