Soal Penutupan Barung Sabu, Satpol PP: Hati-hati Nulis Berita

Soal Penutupan Barung Sabu, Satpol PP: Hati-hati Nulis Berita
Kasatpol PP Kabupaten Sumenep (Subaidi - Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Penutupan 'Bherung Sabu' di Jalan Barito Desa Pandian Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur menyisakan luka bagi salah satu kuli tinta.

Pasalnya, meski kegiatan operasi itu bertujuan baik guna menekan angka penyebaran virus corona, namun, pesan tak sedap oleh Satpol PP Sumenep dialami oleh salah satu wartawan saat bertanya soal kejelasan penutupan warung tersebut.

Hal ini jelas bertentangan dengan UU Pers Nomor 40 tahun 1999 dalam pasal 4 tentang kebebasan pers dalam menghimpun dan memperoleh informasi publik.

"Sebagai wartawan di sini, saya merasa telah dilukai dengan kata-kata yang diucapkan oleh Pak Purwo (Kasatpol PP,red)," ungkap salah satu pewarta, M. Hendra, Kamis (14/1/2021).

"Masak dia minta saya berhati-hati nulis berita. Alasannya, karena agenda itu berkaitan dengan penegak hukum (polisi,red)," imbuhnya.

Hendra mengaku kaget, sebab, saat dia mencoba untuk konfirmasi kepada Korp Penegak Perda justru diberi masukan yang tidak jelas maksud dan tujuannya untuk apa.

Baca Juga: Sekolah Tetap Masuk, Sekdisdik Sumenep: Akan Kita Tegur

"Hati-hati itu yang seperti apa, muatannya terkesan bernada peringatan agar tidak menulis kan," keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol-PP Sumenep, Purwo Edi Prawito menyatakan, saat dirinya ditanya oleh wartawan perihal kata-kata tersebut, ia menjelaskan sedang terburu-buru. Sebab, ada agenda giat operasi yustisi bersama Forkopimda Sumenep.

"Saya terburu-buru soal itu. Maksudnya gak ke sana, bukan untuk menakut-nakuti kerja wartawan," ujarnya.

Purwo mengaku, dirinya hanya berpesan soal hasil operasi di 'Bherung Sabu' yang mendapati beberapa minuman. "Iya takut salah paham itu dianggap minuman keras. Kadang kan orang salah paham," jelasnya.

Sekadar informasi, operasi yustisi gabungan dari TNI/Polri, Satpol PP dan sejumlah instansi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus digencarkan dalam menekan penyebaran virus corona.

Terbaru, salah satu warung yang terletak di  Jalan Barito Desa Pandian Kecamatan Kota Sumenep juga tak luput dari sasaran, yakni 'Bherung Sabu'.

Saat operasi berlangsung pada Rabu (13/1) malam sekitar pukul 20.00 WIB, tim gabungan langsung memasang garis polisi lantaran diduga tak mengantongi ijin. Selain itu, Satpol PP juga tak mau ketinggalan memasang tanda yang menyatakan bahwa warung tersebut dianggap melanggar Prokes. (an/md/fd)


(*)