Pasang

Stula ke Kudus, Bupati Baddrut Tamam Ingin Pamekasan Madura Jadi Tiga Kabupaten Pertama di Indonesia yang Punya KIHT

  • Bagikan
Stula-ke-Kudus,-Bupati-Baddrut-Tamam-Ingin-Pamekasan-Madura-Jadi-Tiga-Kabupaten-Pertama-di-Indonesia-yang-Punya-KIHT
IBA: Bupati Pamekasan Madura, Baddrut Tamam memeluk warganya saat menyalurkan bantuan (Ainur Rizky - Sinergi Pamekasan)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memiliki potensi tembakau yang sangat besar dan baik secara kualitas, namun kesejahteraan petani tembakau di dalamnya dirasa masih minim secara pendapatan ekonomi.

Melihat hal itu, Bupati Pamekasan Madura, Baddrut Tamam terus berupaya untuk mewujudkan keinginan besarnya,
yakni dengan terlebih dahulu mematangkan segala rencana sebelum kemudian membangun Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di wilayah pemerintahannya.

Pasang

Keinginan besar ini, kata dia, tidak lebih dan tidak kurang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pamekasan Madura secara umum dan petani tembakau secara khusus.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Bupati Pamekasan beserta dinas terkait yang membidangi hal ini. Salah satunya adalah dengan melakukan studi tour dan studi lapang ke 2 kabupaten di Jawa Timur yang telah lebih dulu menjalankan pembangunan KIHT, yaitu Kabupaten Soppeng Sulawesi Tengah dan Kabupaten Kudus Jawa Tengah.

Terbaru, saat melakukan studi lapang ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Bupati Baddrut Tamam menyampaikan keseriusannya untuk membangun KIHT di kabupaten yang dipimpinnya.

Baca Juga: Matangkan Perencanaan KIHT, Pemkab Pamekasan Madura Lakukan Stula ke Kudus

“Kami mau belajar ke sini tentang KIHT, karena Kabupaten Kudus informasinya terbaik di Indonesia. Di Indonesia itu ada dua KIHT, di Kudus dan di Kabupaten Soppeng,” sebutnya.

Bupati ingin Pamekasan menjadi kabupaten ketiga di Indonesia setelah Kabupaten Soppeng dan Kudus yang dapat menjalankan pembangunan KIHT dengan baik.

“Kita di Pamekasan ingin menjadi kabupaten ketiga di Indonesia yang memiliki KIHT. Kita berencana mulai tahun ini memiliki KIHT, hasil belajarnya ke pak Bupati (HM Hartopo, red),” ucapnya, saat berdiskusi dengan Bupati Kudus, Jawa Tengah.

Mantan DPRD Jatim ini mengutarakan bahwa Kabupaten Pamekasan yang dipimpinnnya memiliki potensi tembakau yang cukup besar.

Ia berharap, potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Terimakasih kepada bapak bupati dan masyarakat Kabupaten Kudus, kita diterima dengan ramah dan hangat. Semoga Covid-19 segera berakhir dan ekonomi kita segera tumbuh,” ucapnya penuh harap.

Sementara Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan bahwa Pemkab Pamekasan dipastikan tidak akan mengalami kesulitan dalam mendirikan serta menjalankan program KIHT.

Karena menurutnya, Bumi Gerbang Salam, Pamekasan, Madura memiliki potensi tembakau yang secara kualitas bagus, didukung dengan produktivitas masyarakat di dalamnya. Berbeda dengan daerahnya yang potensi tembakaunya dapat dibilang tidak mumpuni.

“Sebetulnya kita mau mengembangkan terus bagaimana (KIHT, red) berkembang. Berkembang pengelolaannya, berkembang unit-unitnya, karena di Kudus sekarang luar biasa soal usaha rokok, kita memberikan fasilitas tempat supaya tidak liar,” kata HM Hartopo di hadapan Bupati Pamekasan.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *