Subsidi Pupuk 2021, Dispertan Sampang Siapkan 35.000 Ton

Subsidi Pupuk 2021, Dispertan Sampang Siapkan 35.000 Ton
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, Suyono (Zainullah-Sinergi Sampang)

SAMPANG, SINERGI MADURA - Untuk tahun ini, Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang, Jawa Timur telah menyiapkan alokasi pupuk bersubsidi untuk para petani sebanyak 3.500 ton jenis UREA.

Besaran alokasi tersebut disampaikan oleh Kadispertan Sampang, Suyono.  Ia mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sampang selalu berada di urutan terakhir se-Madura.

"Dari tahun kemarin kita selalu berada di urutan paling buncit di Madura, meski lahan sangat luas," ungkapnya, Rabu(13/1/2021).

"Jadi kalau dari sisi ketersedian atau stock pupuk alhamdulillah sudah cukup, di tahun 2021 alokasi pupuk di Sampang terbesar ini se-Madura," imbuhnya.

Suyono menuturkan, penambahan alokasi pupuk bersubsidi itu diusulkan olehnya ketika rapat bersama pemerintah provinsi dan juga saat ada kunjungan staf presiden beberapa waktu lalu. Ketika itu, kata dia, pihaknya menyampaikan bahwa Sampang merupakan daerah dengan lahan pertanian cukup luas.

Baca Juga: Bantuan Sosial di Sampang Belum Merata, Warga Mengeluh

"Dan jumlah petani berdasarkan data di E-RDKK yang cukup banyak, sementara alokasi pupuk kita tidak memadai. Memang butuh tambahan," ujarnya.

Alokasi pupuk untuk kabupaten berjuluk Kota Bahari tahun ini, sambung dia, mendapatkan tambahan sekitar 212 persen dari alokasi tahun sebelumnya. "Awalnya hanya 16.700 ton, sekarang menjadi 35.000 ton," sebutnya.

Lanjut, Suyono menjelaskan bahwa pendistribusian pupuk bersubsidi tahun 2021 ini telah akan menggunakan sistem baru, yakni dengan menggunakan kartu tani.

"Itu bagi yang sudah siap, tetapi bagi yang belum siap tetap bisa menggunakan form untuk penebusan. Semuanya sama, dalam artian alokasinya mengacu ke RDKK 2021 yang sudah dicetak," ucapnya.

Sejauh ini, pihaknya mengaku telah sudah menginformasikan hal itu kepada seluruh distributor, kios dan para petugas agar alokasi pupuk ini dapat terserap untuk seluruh petani di Kabupaten Sampang.

"Jadi, saya sudah mewanti wanti kepada distributor, kios, dan pengawas untuk dikawal benar-benar, agar pupuk ini langsung bisa dinikmati oleh seluruh petani yang ada di Sampang," tegasnya.

Menurutnya, hal itu penting diupayakan mengingat pihaknya telah bersusah payah melakukan penyusunan E-RDKK selama beberapa pekan sejak tahun 2020 kemarin.  "Alhamdulillah ini patut kita syukuri, dan hasilnya seperti sekarang ini," katanya.

Karena ketersediaan pupuk sudah cukup, sambung dia, maka Kadispertan Suyono berharap agar para petani dapat mempelajari lebih jauh tentang ilmu bercocok tanam yang baik. Terutama, bagaimana mengetahui takaran pupuk yang menurutnya mesti berimbang untuk kebutuhan .

“Jadi saya harap para petani dapat mengambil pupuk sesuai kebutuhan sesuai dengan yang terdata dalam RDKK, agar kuota pupuk di agen pengecer dapat stabil,” pungkasnya. (zn/md/fd)


(*)