Pasang

Sumur Dhaksan Sampang Madura, Situs Sejarah Peninggalan Zaman Purbakala

  • Bagikan
Sumur-Dhaksan-Sampang-Madura,-Situs-Sejarah-Peninggalan-Zaman-Purbakala
TERBUKA: Sumur Dhaksan yang berlokasi di Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang (Zainullah - Sinergi Sampang)

SAMPANG, SINERGI MADURA – Sumur Dhaksan adalah sumur yang dikelilingi oleh gua. Pada dinding bagian sumur ini terdapat gambar raksasa dan dua ekor kuda di sebelah kanan kirinya.

Sumur ini diyakini sebagai dasar status Sima, yang diprediksikan sebagai tempat pertapaan seorang resi atau dhiaksa atau Ketua agama Budha.

Pasang

Diungkapkan bahwa di daerah sumur Dhaksan terdapat komunitas masyarakat tanpa struktur, berkelompok menjadi suatu kerukunan, dimana seorang resi sebagai sesepuh mengajarkan agama Budha dan sekaligus menjadi pemimpin kelompok itu.

Gua pertapaan resi di sumur Dhaksan dapat dihubungkan dengan kronogram pada dinding bagian dalam sumur yang tergambar sebagai berikut:

1. Kuda Raksasa (Bhuto)

Kuda tersebut berbunyi Kudo Kalih Ngrangsang Ing Bhuto. Selain itu, dalam sumur itu terdapat huruf Pallawa.

Menurut keterangan dalam beberapa literasi, sumur itu diketahui ada sejak 1500 tahun silam. Yaitu, pada masa peradaban Budha. Itu berdasarkan huruf Pallawa yang terdapat di dalam sumur tersebut.

Dengan demikian, gambar yang berada di dalam sumur tersebut dinyatakan sebagai chandra sangkala yang dapat diartikan 757 tahun caka (Saka) atau tahun 835 Masehi.

Namun ada penafsiran lain yang menyatakan bahwa penentuan tahun pada Candrasangkala di sumur Dhaksan tahun 835 kurang tepat jika dihubungkan dengan suatu kejadian dalam kerajaan Majapahit yang dilanda perang saudara.

Baca Juga: Jejak Peninggalan Purbakala di Kabupaten Sampang Madura

Sebab, kemungkinan masih ada seorang resi mengungsi ke gua atau sumur Dhaksan dan penentuan tahun pada candrasangkala itu pada tahun 1327 M. Dan ada juga yang menyatakan pada tahun 1605. Namun, hal itu tidak diketahui secara pasti dasar penetapannya.

Jika dihubungkan dengan kisah asal mula nama Madura bahwa yang menginjak kaki ke Pulau Madura termasuk di Sampang yaitu seorang putri bernama Bendoro Gung menaiki Ghitek (rakit) kemudian terdampar di gunung Geger Kabupaten Bangkalan hingga dianggap sebagai penghuni pertama. Sang putri ini, kemudian pindah ke Nipah Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang sekitar tahun 936 M.

Maka peristiwa sejarah di sumur Dhaksan diperkirakan setelah putri Bendoro Gung menginjakkan kaki pertama di Pulau Madura.

Oleh karena itu penelitian oleh pakar sejarah Goenadi Brahmantyo belum menentukan kejadian komunitas manusia di sumur Dhaksan secara pasti.

Perlu diketahui bahwa tahun caka dimulai setelah tahun masehi berlangsung selama 78 tahun, maka untuk menyamakan tahun caka dengan tahun masehi harus ditambah 78 tahun.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *