Pasang

Tafsir Mimpi Menurut Pandangan Agama Islam, Orang Madura Wajib Tahu

  • Bagikan
Tafsir Mimpi Menurut Pandangan Agama Islam, Orang Madura Wajib Tahu
Ilustrasi mimpi (Foto: Klikdokter)

LIFESTYLE, SINERGI MADURAMimpi merupakan pengalaman alam bawah sadar yang pasti akan dialami setiap insan.

Hal itu mutlak akan terjadi pada saat manusia sedang tidur, karena pikiran (emosional otak) manusia terus bekerja.

Pasang

Bunga tidur ini, tentu bisa menyenangkan juga terkadang menakutkan, membuat frustrasi, menegangkan, membosankan, bahkan sampai membuat kalian merasa tidak nyaman.

Jika kalian terbangun dari tidur sebab bermimpi, mungkin kalian akan bertanya-tanya, mengapa bisa memimpikan hal-hal itu.

Sehingga berusaha untuk mencari tafsir dan makna mimpi yang dialami tersebut, bisa bertanya kepada sosok orang pintar atau kalian bisa mencari referensi lain seperti buku dan browsing.

Nah, tafsir mimpi ini sudah menjadi penyampaian rahasia sejak zaman nabi, karena para nabi menerima petunjuk  dari Allah SWT melalui mimpi.

Namun segala tafsir atau arti sebuah mimpi, jangan sampai membuat kalian terlalu percaya, sehingga hal itu akan menjadi tahayul (ramalan).

Lantas, bagaimana dengan  tafsir mimpi menurut Islam?

Berikut ulasannya, dirangkum dari berbagai sumber:

Dijelaskan dalam sebuah Hadist Nabi, yang diriwayatkan oleh Muslim, bahwa mimpi dikelompokkan menjadi tiga bagian, sebagaimana bunyi hadist berikut:

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ، الحَسَنَةُ بُشْرَى مِنَ اللَّهِ، وَالرُّؤْيَا يُحَدِّثُ الرَّجُلُ بِهَا نَفْسَهُ، وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ

Artinya:
“Mimpi itu ada tiga. Mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi karena bawaan pikiran seseorang (ketika terjaga), dan mimpi menyedihkan yang datang dari setan. Jika kalian mimpi sesuatu yang tak kalian senangi, maka jangan kalian ceritakan pada siapa pun, berdirilah dan salatlah!.” (HR Muslim).

Dari hadis ini bisa kalian pahami, bahwa berkaitan dengan mimpi terbagi menjadi tiga bagian, pertama mimpi yang bersumber dari Allah SWT.

Baca Juga: Arti Mimpi Api dalam Primbon Madura, Kemarahan atau Hasrat Membara

Kedua dari pikiran (emosional otak) dan ketiga datangnya dari syetan.

Berikut perinciannya:

1. Mimpi Dari Allah
Dalam kitab suci Al-Quran disampaikan dalam ayat berikut:

لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ

Artinya:
“Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan dunia dan di akhirat.” (QS. Yunus: 64).

Yang kemudian ayat di atas, dijelaskan pula dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

هِيَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ، يَرَاهَا الْمُسْلِمُ، أَوْ تُرَى لَهُ

Artinya:
“Yang dimaksud kegembiraan dalam ayat di atas adalah mimpi yang baik yang terlihat oleh orang Muslim atau yang diperlihatkan padanya.” (HR Ibnu Majah).

2. Mimpi dari Pikiran atau Kinerja Otak
Mimpi yang yang biasa dialami saat tidur, dimana pikiran atau otak masih bekerja, biasanya terjadi saat memilik beban pikiran yang berat.

3. Mimpi Datangnya dari Setan
Seperti yang dijabarkan oleh Ibnu al-Jauzi:

وَأَصْدَقُ الرُّؤْيَا: رُؤْيَا الْأَسْحَارِ، فَإِنَّهُ وَقْتُ النُّزُولِ الْإِلَهِيِّ، وَاقْتِرَابِ الرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ، وَسُكُونِ الشَّيَاطِينِ، وَعَكْسُهُ رُؤْيَا الْعَتْمَةِ، عِنْدَ انْتِشَارِ الشَّيَاطِينِ وَالْأَرْوَاحِ الشَّيْطَانِيَّةِ

Artinya:
“Mimpi yang paling benar adalah di waktu sahur, sebab waktu tersebut adalah waktu turunnya (isyarat) ketuhanan, dekat dengan rahmat dan ampunan, serta waktu diamnya setan. Kebalikannya adalah mimpi di waktu petang (awal waktu malam).” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Madarij as-Salikin, juz 1, hal. 76).

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *