Tahun 2021, Dinsos Sumenep Kembali Ajukan 9 Ribu Penerima BST

Tahun 2021, Dinsos Sumenep Kembali Ajukan 9 Ribu Penerima BST
BERPECI: Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, Mohammad Iksan (Ubay Shabaro - Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi masyarakat terdampak pandemi di Sumenep dipastikan berlanjut tahun ini. Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep telah mengajukan 9 ribu kelompok penerima manfaat (KPM) tambahan.

Tahun 2020 kemarin, pengajuan yang dilakukan Dinsos sebanyak 68ribu KPM penerima BST. Dari jumlah KPM yang diajukan tersebut, Kemensos RI mengembalikan sekitar 3ribu KPM agar dilakukan verifikasi data sesuai keadaan penerima.

Besaran BST tahun ini adalah sekitar Rp300 ribu. Jumlah ini sama dengan BST tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pembuangan Bayi di Kalianget Jadi Tunggakan Perkara Polres Sumenep

"Sekarang masih on proses di Disdukcapil. Dari 3 ribu itu kita tambahkan 6 ribu KPM lagi untuk kita ajukan kembali ke Kemensos RI semoga diterima," sebut Kadinsos Sumenep, Mohammad Iksan, Rabu (13/01/2021).

Setelah dinyatakan padan oleh Disdukcapil, Dinsos baru akan mengirim data tambahan tersebut ke Kemensos RI.

Kadinsos yang saat ini juga menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep itu mengatakan, pengambilan BST itu tidak bisa dicairkan dalam bentuk rupiah. 

"Uang tersebut untuk belanja kebutuhan pokok seperti beras, telur, kacang-kacangan atau bahan pokok lainnya. Itu sudah aturan mainnya," jelasnya.

Selain KPM yang sudah ditetapkan sebagai penerima BST oleh pemerintah pusat, masyarakat yang sudah masuk program keluarga harapan (PKH) menurutnya juga bisa mendapatkan bantuan ini.

"(Penerima bantuan PKH, red) juga bisa menerima bantuan ini, karena yang PKH kan masuk keluarga yang tidak punya penghasilan tetap setiap bulannya," tukasnya. (us/md/fd)


(*)