Pasang

Tajhin ‘Mera Pote’, Makanan Tradisi Masyarakat Madura di Bulan Safar

  • Bagikan
Masakan tajhin mera pote khas madura di bulan Safar (Foto: emadura.com)
Masakan tajhin mera pote khas madura di bulan Safar (Foto: emadura.com)

KULINER, SINERGI MADURA – Masyarakat Pulau Madura memiliki tradisi khusus untuk merayakan datangnya bulan Safar, atau bulan ke 2 dalam hitungan penanggalan tahun Hijriah.

Tradisi tersebut yakni membuat makanan khas ‘Tajhin Mera Pote‘. Ini dilakukan secara rutin oleh warga pulau garam saat bulan Safar datang.

Pasang

Tajhin mera pote dalam bahasa Indonesia disebut bubur berwarna merah putih. Makanan ini dibuat sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah SWT dan sudah menjadi tradisi dari jaman kuno di Madura.

Baca Juga: Mengenal Tajhin Sora, Kuliner Khas Bulan Muharram di Pulau Madura

Tajhin yang terbuat dari perpaduan tepung dan gula merah (siwalan) dengan campuran santan ini, memiliki rasa yang tergolong unik, yaitu manis. Berbeda dari bubur kebanyakan yang menggunakan bahan dari beras.

Biasanya makanan berwarna ini dihidangkan dalam piring. Kemudian dibagikan kepada para tetangga dan sanak saudara terdekat. Tradisi berbagi ini dalam masyarakat Madura disebut dengan arebba atau ater-ater.

Selain menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan yang telah melimpahkan rezeki. Tajhin Mera Pote juga mengandung makna keharmonisan atar warga, karena saling membagikan makanan kepada tetangga.

Sebab itulah, tradisi membuat Tajhin mera pote di bulan Safar yang sudah ada sejak zaman lampau terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini oleh masyarakat Suku Madura.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *