Pasang

Taklukkan Belgia 2-1, Italia Raih Medali Perunggu

  • Bagikan
UEFA National League 2021-2022
PUAS: Gelandang Inter Milan, Nicolo Barella sukses cetak gol untuk Italia dalam laga perebutan tempat ketiga (Foto: dok. cdn-2.tstatic.net)

SPORT, SINERGI MADURA – Perebutan juara 3 pada babak puncak UEFA National League 2021 berlangsung di Allianz Stadium, Minggu (10/10/21) malam.

Tak lagi mengandalkan khas permainan bertahannya, Gli Azzuri Italia akhirnya berhasil menaklukkan Belgia dengan skor tipis 2-1.

Pasang

Dengan demikian, Italia berhak merayakan kemenangan ini pada kategori peraih Medali Perunggu UEFA National League 2021-2022.

Menjamu Setan Merah Belgia, skuad Gli Azzurri tampil dengan pola yang berbeda dengan khas permaian sebelum-sebelumnya.

Dengan absennya bek utama Italia, Bonucci pada babak semifinal kontra Spanyol, sang pelatih Roberto Mancini pun punya cara tersendiri dalam meladeni skuad tim Belgia.

5 wajah baru ia tampilkan sebagai starter. Di lini pertahanan, tugas Bonucci digantikan oleh Francesco Acerbi.

Sementara di lini tengah, pelatih Mancini mempercayakannya kepada Manuel Locatelli dan Lorenzo Pallegrini, menggantikan Jorginho dan Marco Verratti.

Di ujung tombak serangan, ada Domenico Berardi dan Giancomo Raspadori.

Sementara di kubu Belgia, sang pelatih Roberto Martínez juga melakukan sedikit perombakan pada trisula lini depan Si Setan Merah.

Jika pada laga sebelumnya ia mempercayakan lini depan kepada Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku dan Eden Hazard, di laga ini Roberto Martinez justru lebih memilih Hans Vanaken, Michy Batshuayi dan Alexis Seelemaekers untuk menggedor lini pertahanan Gli Azzurri.

Baca Juga: UEFA Nations League 2021: Italia Tatap Semifinal dengan Status Tak Terkalahkan

Babak Pertama

Di awal babak pertama, tempo permainan kedua tim cenderung datar. Peluang berbahaya baru tercipta kala laga memasuki menit ke-25, yakni kala Alexis Saelemaekers bersama rekan setimnya coba melakukan serangan balik.

Sayang, tembakan kerasnya hanya membentur tiang gawang Gianluigi Donnarumma.

Peluang besar berikutnya terjadi jelang babak pertama usai. Kali ini giliran Gli Azzuri.

Berawal dari aksi Federico Chiesa, coba menembus pertahanan Belgia yang dikawal bek Rode Duivels.

Akselerasi pergerakan Chiesa membuat Duivels mati langkah. Dalam sepersekian detik, Chiesa sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Thibaut Courtois.

Lagi-lagi sayang, Chiesa pun gagal mengkonversi peluang emas tersebut menjadi gol.

Hingga penghujung waktu turun minum babak pertama, skor kacamata untuk kedua tim.

Babak Kedua

Wasit Srdjan Jovanovic meniup peluit tanda dimulainya pertandingan babak kedua.

Gli Azzurri mengawali permainan dengan mengambil inisiatif menyerang dan terus menekan. Lagi-lagi, Chiesa coba memimpin serangan dari sisi sayap.

Pemain muda Juventus itu dengan cepat mengirim umpan ke jantung pertahanan Belgia. Hampir saja berbuah gol. Tapi beruntung, Jan Vertonghen berhasil menyapu bola liar hasil umpan Chiesa sehingga hanya membuahkan sepak pojok untuk Italia.

Sepak pojok Domenico Berardi gagal diantisipasi dengan baik oleh Youri Tielemans. Nicolo Barella yang berdiri sigap di area kota penalti Belgia berhasil memanfaatkan umpan Berardi menjadi gol pecah telur.

Sepakan voli rendah Barella di menit ke 46 berhasil menembus jala gawang Cartuois. Italia unggul cepat 1-0 justru di menit awal babak kedua.

Italia terus tampil menekan. Gelombang demi gelombang serangan terus digencarkan oleh anak asuh Roberto Mancini.

Dalam situasi tertekan, lini pertahanan Belgia pun tampak kewalahan dan pada menit ke 64, lagi-lagi Chiesa melakukan penetrasi yang merepotkan lini pertahanan Belgia.

Timothy Castagne tak bisa mengejar Chiesa dan malah melanggarnya di kotak penalti.

Wasit meniup peluit tanda terjadinya pelanggaran. Wasit asal Serbia ini memutuskan hadiah penalti untuk Italia.

Domenico Berardi tampil sebagai eksekutor dan sukses menggedor jala gawang yang dijaga Courtois.

Kiper Real Madrid ini sebenarnya sempat menyentuh bola yang dieksekusi oleh Domenico Berardi, tetapi bola tetap melenggang bebas. Skor 2-0, Italia masih memimpin.

Unggul 2-0, Gli Azzuri akhirnya menurunkan tempo permainan. Mereka memilih bermain aman dengan penguasaan bola dari kaki ke kaki.

Belgia tak mau terbawa situasi permainan yang ditunjukkan Italia. Dengan sabar mereka coba terus menembus rapatnya pertahanan grendel ala Italia.

Kegigihan Belgia baru berbuah gol pada menit ke-86. Si penjaga gawang Setan Merah, Courtois, melemparkan bola kepada Kevin De Bruyne.

Pemain Manchester City yang menggantikan Youri Tielemans itu pun dengan cepat dan sigap terus berlari menyisir pertahanan Italia. Bola ia umpan ke arah Charles De Ketelaere dan, Goal! Skor 2-1, Belgia berhasil memperkecil ketertinggalan.

Kevin De Bruyne dkk harus luas dengan posisi keempat dalam ajang UEFA National League 2021-2022. Sementara Gli Azzuri, Italia pun berhak merayakan hadiah berupa medali perunggu di posisi ketiga.

Baca Juga: Menang Telak atas Jerman, Spanyol Tantang Italia di Semifinal

ITALIA

Pelatih: Roberto Mancini
Formasi: (4-3-3)

Susunan Pemain

Gianluigi Donnarumma (GK);
Giovanni Di Lorenzo, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni, Emerson;
Nicolo Barella, Manuel Locatelli, Lorenzo Pellegrini; Domenico Berardi, Giacomo Raspadori, Federico Chiesa.

Pergantian Pemain

66 ‘ Giacomo Raspadori -> Moise Kean
70 ‘ Nicolo Barella -> Bryan Cristante
70 ‘ Lorenzo Pellegrini -> Jorginho
90 ‘ Domenico Berardi -> Lorenzo Insigne
90 ‘ Federico Chiesa -> Federico Bernardeshi

BELGIA

Formasi : (3-4-2-1)
Pelatih : Roberto Martinez

Susunan Pemain

Thibaut Courtois (GK); Toby Alderweireld, Jason Denayer, Jan Vertonghen;
Timothy Castagne, Axel Witsel, Youri Tielemans, Alexis Saelemaekers;
Hans Vanaken, Yannick Carrasco;
Michy Batshuayi.

Pergantian Pemain

59 ‘ Youri Tielemans -> Kevin De Bruyne
59 ‘ Alexis Saelemaekers -> C. De Ketelaere
87 ‘ Yannick Carrasco -> Leandro Trossard

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *