Pasang

Tampil Talkshow di BBS TV Surabaya, BCM dan Pemkab Pamekasan Optimis Capai Target DBHCHT

  • Bagikan
INTERAKTIF: Tesar Pratama bersama Sri Puja Astutik saat tampil talkshow di BBS TV Surabaya, Selasa 27 Juli 2021 (Dokumen Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Dengan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat melalui media regional yang ada di Jawa Timur, Bea Cukai Madura bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan optimis dapat mencapai target maksimal perolehan DBHCHT beberapa tahun ke depan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama Bea Cukai Madura, Tesar Pratama dan Kabag Perekonomian Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Sri Puja Astutik, saat tampil talkshow di BBS TV Surabaya, Selasa (27/7/2021).

Pasang

Talkshow yang mengangkat tema “Optimalisasi Cukai Hasil Tembakau” ini dipandu langsung oleh host Chaterin Elissen, bertempat di studio BBS TV Surabaya.

Dalam acara “Satu Jam bersama BBS TV Surabaya” itu, Tesar Pratama, tampil sebagai narasumber pertama. Ia menjelaskan soal optimalisasi kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya pemahaman penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada masyarakat.

Menurutnya, sosialisasi terkait fungsi dan manfaat edukasi tentang DBHCHT ini perlu terus dilakukan secara masif agar masyarakat paham dan mengenal betul apa itu cukai dan bagaimana harus dikelola.

“Selain pengertian cukai secara umum, saya juga akan menjelaskan kegunaan cukai bagi masyarakat, khususnya masyarakat Pamekasan maupun Madura,” jelas Tesar.

Dana bagi hasil cukai hasil tembakau ini, terang dia, berasal dari masyarakat dan untuk masyarakat. Bea Cukai Madura, sambung dia, hanya sebagai organisasi yang bertanggungjawab mengelolanya.

“Tentu (pengelolaan itu, red) berdasarkan berbagai hasil pembacaan atau telaah atas kondisi perekonomian yang sedang berjalan di bawah,” paparnya menambahkan.

Diwawancara usai talkshow, Sri Puja Astutik kepada sejumlah wartawan menyampaikan, bahwa pemerintah bersama pihak Bea Cukai Madura berharap informasi mengenai cukai dan DBHCHT dapat terserap maksimal oleh masyarakat luas.

Dengan terserapnya pengetahuan tentang cukai ini, kata dia, maka upaya untuk menekan angka peredaran rokok ilegal di Madura dapat tercapai secara cepat dan baik.

“Sehingga menambah wawasan dan pemahaman masyarakat Madura, khususnya Pamekasan, serta dapat menekan angka peredaran rokok illegal,” katanya. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *