Pasang

Tanggap Bencana Non Alam, BPBD Pamekasan Suplai Ratusan Ribu Masker untuk Masyarakat

  • Bagikan
LUGAS: Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan, Amin Jabir saat diwawancara sejumlah wartawan (Ainur Rizky -Sinergi Pamekasan)

PAMEKASAN SINERGI MADURAPemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat telah mengeluarkan ratusan ribu lembar masker untuk kebutuhan masyarakat dan instansi selama pandemi COVID-19.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan, Amin Jabir mengatakan, untuk tahun ini saja, pihaknya sudah dua kali melakukan pengadaan masker.

Pasang

“Masker itu diberikan kepada masyarakat dan instansi yang mengajukan permohonan bantuan masker ke kami (pemerintah, red),” ungkapnya, Selasa (27/7/2021).

Jika ditotal, sambung dia, sudah sekitar 100 ribu lembar masker yang sudah disalurkan untuk kebutuhan masyarakat. Penyediaan dan pengadaan masker ini untuk mengantisipasi lonjakan pasien terkonfirmasi COVID-19.

“Itu sifatnya penyediaan yang setiap saat kita lakukan pengadaan sesuai kebutuhan,” katanya.

Kalaksa BPBD Amin Jabir lebih lanjut mengungkapkan bahwa dalam bulan kebutuhan masker untuk masyarakat kadang hingga mencapai 50 boks.

Saat ini menurutnya kebutuhan masker untuk masyarakat dan instansi semakin meningkat. Sebab, lonjakan kasus Positif COVID-19 di Pamekasan terus bertambah setiap hari.

Lanjut Amin Jabir, pemerintah menurutnya hanya bisa memenuhi 50 persen dari jumlah permohonan bantuan masker oleh instansi dan masyarakat.

“50 persen sisanya, instansi dan masyarakat sendiri yang melakukan pembelian pribadi. Misal kebutuhan masyarakat kita penuhi semua bisa sampai 100 hingga 500 boks dalam setiap bulan.

“Seperti acara tahlilan, ada permintaan bantuan 20 ribu masker ke kami, jadi kami beri 10 ribu masker saja,” utara Jabir.

Sebelum menutup keterangan, Jabir mengutarakan bahwa kebijakan tersebut dilakukan dan agar masyarakat juga terdorong untuk peka dan ikut andil melakukan langkah antisipasi terhadap penyebaran COVID-19.

“Agar masyarakat ikut peka, dan untuk mengatur pengeluaran anggaran agar tidak habis untuk pembelian satu produk saja,” pungkasnya. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *