Pasang

Tekan Penyebaran Covid-19, Ratusan WBP Lapas Kelas IIA Pamekasan Jalani Vaksinasi

  • Bagikan
DIPERIKSA: Salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Pamekasan saat mengikuti proses vaksinasi COVID-19 (Ainur Rizky - Sinergi Pamekasan)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjalani vaksinasi COVID-19 secara serentak di Aula Lapas Kelas IIA Pamekasan, Selasa (13/7) lalu.

Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, M. Hanafi mengatakan kalau dari data yang yang ditetapkan, ada sekitar 182 WBP yang tercatat serta memenuhi syarat administrasi untuk divaksin.

Pasang

“Mereka secara sadar dan sukarela bersedia untuk divaksin dalam rangka penguatan imun guna pencegahan penyebaran COVID-19,” katanya, saat diwawancara sejumlah media, beberapa waktu lalu.

Hanafi mengungkapkan, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Kodim 0826 Kabupaten Pamekasan.

“Sebelum pelaksanaan vaksinasi, WBP tersebut sudah melalui tahapan tracing dan tes swab antigen untuk mengetahui kondisi dan kesiapan tubuh dalam menerima vaksin,” jelasnya.

“Vaksin ini sendiri diartikan sebagai penguat antibodi tubuh yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu,” sambung dia.

Hanafi menambahkan, vaksinasi merupakan salah satu proses ikhtiar manusia dalam menjaga kesehatan tubuh. Sehingga nanti seseorang akan menjadi kebal atau meminimalisir agar terlindungi dari suatu penyakit.

“Apabila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut, maka orang tersebut kemungkinan tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan saja,” ungkapnya.

“Vaksin bukanlah obat, vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari tertular virus ataupun kemungkinan sakit berat,” imbuhnya.

Sebelum menutup wawancara, Kalapas Kelas IIA Pamekasan ini menegaskan bahwa selama belum ada obat khusus untuk COVID-19, maka vaksinasi adalah salah satu cara yang aman serta efektif dalam melindungi diri dari serangan wabah ini.

“Selain itu, kita harus membiasakan mengikuti protokol kesehatan dengan membiasakan perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas,” tukasnya.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *